Prabowo: Kami Legowo, Siap Lakukan Apa Pun untuk Kepentingan Bangsa!

0
139

Pilpres 2019 kian mendekat. Pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden akan dimulai pada 4-10 Agustus 2018. Itulah sebabnya elite partai politik peserta pemilu harus bergerak dan bekerja supercepat serta akurat untuk membuat koalisi dalam upaya  mengajukan satu bakal calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). Satu bakal calon presiden dan wakil presiden itu segera didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tanggal 4-10 Agustus 2018.

Menyikapi kian dekatnya pendaftaran capres-cawapres, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, tampaknya sudah mulai legowo apabila tidak maju di Pilpres 2019. Buktinya, mantan Danjen Kopassus ini sudah mengatakan siap melakukan apa pun untuk kepentingan umat dan bangsa Indonesia termasuk menyerahkan mandat dengan mendukung capres lain di Pilpres 2019.

Langkah Prabowo tersebut, menurut pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, adalah langkah  untuk mendinginkan suasana. Selain itu, tambah  Adi, Prabowo dinilai sedang menurunkan ego dari masing-masing partai koalisi yang ingin berebut cawapres.

“Ini (penyerahan mandat) adalah efek dari tidak bertemunya empat partai di luar pemerintah yang sampai sekarang belum mau berkoalisi gitu. Karena masing-masing partai masih ngotot dengan posisi masing-masing,” kata Adi Prayitno, Sabtu (28/7/2018).

“Nah PKS misalnya mengintimidasi kalau cawapresnya bukan dari PKS kemungkinan dia akan mundur, begitupun dengan PAN. Saya kira ini sikap maju untuk menjinakan egoisme masing-masing partai koalisi nonpemerintah yang sampai sekarang belum ketemu,” lanjut dia.

Lebih lanjut Adi menegaskan  bahwa sebelum mengatakan akan mendukung capres lain di Pilpres 2019, sebenarnya Prabowo sudah mempelajari terlebih dahulu dinamika yang berkembang pada masyarakat Indonesia jelang pesta demokrasi lima tahunan ini. Jika Prabowo tetap ngotot untuk jadi capres, tambah Adi, maka koalisi nonpemerintah ini tidak akan terbentuk.

“Sebab itu di momentum semalam, di Ijtima Ulama, sepertinya Pak Prabowo ini sudah mulai mau mendinginkan suasana dengan mundur selangkah gitu ya. Dengan harapan bahwa partai-partai yang lain juga mau berkompromi sehingga muncul satu koalisi,” ucap Adi Prayitno.

Lebih-lebih pada waktu pertemuan elite Partai Gerindra dengan  elite Partai Demokrat, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan Agus Harimurti Yudhoyono bukan harga mati untuk jadi cawapres.

“Itu sudah memberikan suatu pelajaran penting bahwa AHY bukan cawapres harga mati,” tambah Adi. (sulis sutrisna)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here