Adakan Pertemuan, SBY Ungkap Banyak yang Salah Persepsi Soal PKS

0
155
Foto: GerindraNews

Jakarta, namalonews.com – Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengadakan dua pertemuan sekaligus dalam sehari. Setelah bertemu dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto untuk kedua kali, selanjutnya SBY mengadakan pertemuan dengan PKS.

Pertemuan antara SBY dengan Prabowo diadakan di Jl Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, Juli 2018. Dalam pertemuan yang menghabiskan waktu sekitar 3 jam itu, Partai Demokrat dan Gerindra sepakat untuk berkoalisi di Pilpres 2019 mendatang.

Malam harinya, Susilo Bambang Yudhoyono mengadakan pertemuan dengan PKS. Pertemuan diadakan di Hotel Grand Melia, Kuningan, Jakarta Selatan selama hampir 2 jam. SBY menilai bahwa banyak pihak yang salah kaprah dalam memandang Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Banyak yang salah persepsi tentang PKS. PKS ini partai Islam tetapi amanah,” ujar Susilo Bambang Yudhoyono saat konferensi pers setelah bertemu elite PKS.

Menurut SBY, PKS merupakan partai yang begitu menghormati demokrasi. Maka dari itu, SBY memandang PKS sebagai partai yang sesuai dengan sistem politik yang ada di Indonesia. PKS dan Demokrat, kata SBY, juga partai yang tak menginginkan adanya tindakan-tindakan radikal dari orang perorang ataupun kelompok kepada orang lain ataupun kelompok lain.

“Insyaallah kalau ditakdirkan kami bersama-sama nanti dalm pemerintahan dan parlemen, maka semangat keindonesiaan, kebhinnekaan, juga saling menghargai satu sama lain itu bisa terus kami jaga,” ujar Susilo Bambang Yudhoyono.

Dalam acara pertemuannya dengan petinggi PKS, SBY mengaku seperti tengah bernostalgia. Pasalnya, selama 10 tahun menjadi presiden, PKS merupakan salah atau partai politik yang mendukung pemerintah. Bahkan, sejumlah kader PKS juga telah diangkat sebagai menteri oleh SBY kala itu.

“Selama 10 tahun kami bersama-sama dalam pemerintahan. Dulu pas saya maju presiden, PKS adalah partai yang pertama-tama bersatu dalam koalisi,” kata SBY.

Pertemuan sendiri dihadiri oleh beberapa tokoh kedua partai diantaranya Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan serta Presiden PKS Sohibul Iman. Pertemuan ini adalah pertemuan yang bertujuan untuk mempererat komunikasi jadi partai yang berencana akan berkoalisi dalam Pilres 2019 mendatang.

Namun di balik pertemuan tersebut, banyak pihak yang mempertanyakan mengapa Susilo Bambang Yudhoyono malah bertemu dengan Salim, bukan dengan Presiden PKS Sohibul Iman.

Seperti yang diketahui, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono melakukan pertemuan empat mata dengan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al-Jufri. Hal ini untuk membahas koalisi dalam Pilpres 2019.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan pun menjelaskan bahwa setiap partai mempunyai struktur dan mekanismenya masing-masing. Dalam struktur PKS, Syarief Hasan mengatakan, posisi tertinggi ada pada Majelis Syuro. Sementara itu, posisi tertinggi di Partai Demokrat dipegang oleh ketua Majelis Tinggi dan bukan ketua umum (ketum).

“Tetapi kebetulan ketumnya dirangkap oleh ketua Majelis Tinggi, yang kebetulan (dijabat) oleh Pak SBY,” kata Syarief saat berada di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 30 Juli 2018.

Maka dari itu, Syarief tidak mempermasalahkan pertemuan antara SBY dan Salim tersebut. “Secara struktur pengamatan kami dari luar, memang sangat pantas ketua Majelis Syuro (bertemu) dengan Pak SBY,” jelas Syarief.

Setelah pertemuan ini, Partai Demokrat disebutkan akan menggelar pertemuan lain dengan beberapa partai politik untuk mematangkan koalisi. Tidak terkecuali dengan Partai PAN yang sampai saat ini belum menyatakan sikap resmi mengenai Pilpres 2019 mendatang. (dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here