Mahfud MD Ungkap Alasan Mengapa Partai Demokrat Merapat ke Gerindra

0
196
Foto : aceHTrend.com

Jakarta, namalonews.com – Mahmud MD yang merupakan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) mengatakan jika bergabungnya Partai Demokrat ke koalisi pendukung di luar Joko Widodo yaitu hanya untuk meraih ‘tiket’ di Pemilihan Presiden 2024.

“Menurut Pasal 235 ayat 5 (UU Pemilu), sebuah parpol yang tidak memiliki atau mengajukan calon (presiden/ wakil presiden) tidak boleh ikut pemilu presiden 2024,” ujar Mahfud  MD pada waktu ditemui di Hotel Crowne, Jakarta, Senin (30/7/2018) kemarin.

Mahfud MD juga melanjutkan “Oleh karena itu, ya digalang kekuatan itu agar dapat mencalonkan (presiden/ wapres di Pilpres 2024). Kalau enggak mau dukung Pak Jokowi, ya buat sendiri begitu”.

Mahmud MD yang merupakan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) juga meyakini jika Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengkalkulasi itu dan pada akhirnya akan memutuskan untuk bergabung pada koalisi yang dipimpin oleh Partai Gerindra bersama-sama PKS dan juga PAN.

“Pak SBY enggak mau sebagai penyerta saja, tetapi juga menjadi pelaku utama. Makanya beliau melakukan itu dan sah adanya, silakan saja. Nanti kan rakyat yang memilih sendiri,” lanjut Mahfud MD saat itu.

Kemudian, mengenai pertemuan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto pada hari Senin pagi, Mahfud MD tetap memilih untuk berkomentar secara netral.

Mahfud MD juga mengatakan jika hal tersebut merupakan hak politik yang mendinamisasi perkembangan politik untuk saat ini. Dirinya juga mengganggap bahwa iti tidak menjadi masalah. Itu  merupakan alternatif bisa dimunculkan. Yang penting semuanya masih ada dalam batas konstitusional, jadi silahkan saja.

“Asalkan juga disetujui oleh semua partai politik koalisi, apa masalahnya? Enggak ada masalah juga,” lanjut Mahmud MD yang merupakan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

Diberitakan, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo, bertemu pada kediaman Prabowo Subianto, bilangan Kebayoran, Jakarta Selatan, Senin pagi.

Pertemuan  yang dilakukan tersebut merupakan pertemuan kedua setelah pertemuan pertama kali yang telah dilaksanakan di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, pada hari Selasa pekan yang  lalu.,

Dan setelah pertemuan, SBY mengatakan, jika partainya telah sepakat bahwa Prabowo adalah capres 2019-2024 yang akan datang.

“Kami datang dengan satu pengertian, Pak Prabowo adalah calon presiden kita,” kata Susilo Bambang Yudhoyono dalam jumpa pers, setelah pertemuan yang dilakukan tersebut.

Sementara itu, Prabowo memastikan pertemuan ini juga menyepakati kedua partai berkoalisi demi menghadapi Pilpres 2019 yang akan datang.

Sebelumnya, Partai Gerindra sudah merasa semakin yakin Partai Demokrat bakal berkoalisi dan mendukung Prabowo Subianto di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Pernyataan itu sebelumnya telah dikatakan oleh Anggota Badan Komunikasi Gerindra Andre Rosiade mengenai pidato Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyo yang tampak memberi sinyal kuat Demokrat tidak akan mendukung Joko Widodo di Pilpres pada tahun depan.

Andre Rosiade yang merupakan Anggota Badan Komunikasi Gerindra  tersebut mengungkapkan beberapa  poin dalam pidato SBY yang menjadi sinyal adalah soal masalah ekonomi, netralitas aparat, dan penegakan hukum. SBY diklaim sejalan dengan Prabowo dalam melihat kondisi bangsa saat ini.

Menurutnya banyak pernyataan SBY yang lainnya juga membuat Gerindra merasa lebih optimis. Diantaranya berhubungan dengan status Agus Harimurti Yudhoyono bukan harga mati menjadi cawapres. Pernyataan tersebut telah disebut sebagai jembatan Gerindra dan Demokrat, serta PKS dan PAN merapat untuk bisa berkoalisi. (disadur dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here