PKS Siapkan Strategi Khusus Jika Prabowo Tak Ikuti Ijtima Ulama

0
91
www.islampos.com

Jakarta, namalonews.com – Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri mengakui terdapat perbedaan pendapat antara partainya dan Gerindra dalam menyikapi rekomendasi hasil Ijtima’ Ulama GNPF (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa).

Perbedaan pendapat tersebut terkait pasangan calon presiden dan calon wakil presiden dalam pemilu 2019. Ijtma Ulama telah merekomendasikan dua nama cawapres Prabowo.

Gerindra masih mempertimbangkan calon lain yang ada di luar rekomendasi, sementara PKS telah bersikukuh untuk menjalankan rekomendasi Ijtima’ Ulama. Partai yang dipimpin oleh Sohibul Iman tersebut pun akan menyiapkan strategi lain apabila tak ada jalan temu.

“Sekarang belum, tapi nanti kita lihat,” kata Salim Segaf saat berada di Hotel Gran Melia, Jakarta pada Senin, 30 Juli 2018.

Salim menjelaskan bahwa Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sedang berpikir ulang dengan bergabungnya Demokrat ke koalisi Prabowo itu.

“Jadi Pak Prabowo sudah menerima hasil rekomendasi Ijtima’ Ulama. Tapi, dengan bergabungnya Demokrat, tentu ada usulan lain dan pasti akan dibahas,” kata Salim Segaf.

Sementara pihak PKS, Salim menambahkan, berkukuh untuk mengikuti hasil Ijtima Ulama yang telah merekomendasikan dua paket capres-cawapres. Adapun dua paket yang direkomendasikan oleh Ijtima Ulama tersebut ialah Prabowo Subianto dan Salim Segaf Al-Jufri, serta Prabowo Subianto dan pendakwah kondang Abdul Somad.

Ijtima Ulama tersebut juga mendorong supaya Partai Gerindra, Partai Bulan Bintang, PKS, Partai Amanat Nasional, dan Partai Berkarya membentuk koalisi keumatan dalam pemilihan presiden 2019 mendatang.

“Awalnya kan PKS mengajukan sembilan nama. Tapi, kemudian muncul dua nama rekomendasi ulam ini, tentu kami terima,” kata Salim.

Sebagai salah satu dari dua nama cawapres Prabowo yang telah direkomendasikan, Salim mengaku tak masalah apabila yang dipilih Ustad Abdul Somad.

“Rekomendasi ulama ini pasti melalui kajian, jadi kita harus apresiasi. Ustad Somad juga memiliki budi pekerti, santun dan populer,” ungkap Salim.

Kendati Abdul Somad sudah menolak secara halus untuk dicalonkan sebagai cawapres, namun Prabowo akan bertemu dengan ustad tersebut pada Selasa, 31 Juli 2018.

“Pukul 15.00 mereka bertemu,” kata Salim Segaf. Hanya saja, Salim tak mengungkapkan detail dimana keduanya akan bertemu.

Hal serupa juga disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. Dirinya mengatakan bahwa Prabowo Subianto akan segera bertemu dengan Ustad Abdul Somad. Menurut Fadli, pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi.

“Kami ingin bertemu dengan beliau, supaya kenal dong,” ujar Fadli saat berada di kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, pada Senin, 30 Juli 2018.

Fadli menuturkan bahwa Prabowo dan jajaran Gerindra ingin mendengar pandangan serta pemikiran Abdul Somad. Rapat Dewan Pembina Gerindra yang diadakan belum lama ini memang memutuskan bahwa nama-nama yang direkomendasikan tersebut harus dikonfirmasi.

Misalnya, Prabowo serta Gerindra yang sudah menemui Salim Segaf yang bertempat di kantor Dewan Pengurus Pusat PKS.

“Kami ingin silaturahim, mendengarkan pandangan-pandangannya seperti apa, pemikiran-pemikirannya seperti apa,” ujar Fadli.

Prabowo mengatakan bahwa Gerindra memang membahas dua nama calon wakil presiden yang direkomendasikan ulama. Prabowo juga membenarkan bahwa dirinya ingin bertemu Abdul Somad terlebih dulu sebelum menentukan untuk mengambil keputusan lebih lanjut.

“Ada dua pasangan, yang satu saya belum jumpa, belum saya tanya pendapatnya gimana. Baru bisa ada keputusan yang diambil,” kata Prabowo saat tengah konferensi pers di DPP PKS, Senin, 30 Juli 2018. (dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here