SBY Legowo AHY Tak Jadi Cawapres, Pengamat: Ada Rencana Besar

0
464
presidensby.info

Jakarta, namalonews.com – Menjelang Pilpres 2019, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berani mengambil keputusan luar biasa yang tak pernah diduga-duga sebelumnya.

Sejak awal, SBY bersikukuh untuk mendeklarasikan anak sulungnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Calon Presiden 2019 mendatang. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, target posisi calon presiden pun diturunkan SBY kepada AHY menjadi calon wakil presiden (cawapres).

Bahkan Senin (30/7/2018), ketika bertemu dengan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, SBY terkesan sudah memutuskan rela tak mendapatkan kursi Capres maupun Cawapres dalam Pilpres 2019 mendatang.

Namun di balik keputusan SBY tersebut, pengamat Komunikasi Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio memiliki pandangan tersendiri. Hendri Satrio melihat terdapat rencana besar yang tengah dibangun oleh SBY untuk AHY di masa depan.

Menurut Hendri, Pilpres 2019 mendatang menjadi target antara atau bisa dibilang ajang pemanasan bagi Agus Harimurti Yudhoyono. Karena kata Hendri, SBY tengah mempersiapkan AHY untuk maju serta menang dalam Pilpres 2024.

Hal penting dalam Pilpres 2019, menurut Hendri Satrio, Susilo Bambang Yudhoyono telah mendapatkan tempat guna menaikkan popularitas Demokrat serta AHY untuk menatap Pilpres 2024.

Lantaran hal itu pula, Hendri yakin Susilo Bambang Yudhoyono serta Demokrat akan legowo menerima keputusan Prabowo dengan tak akan menjadikan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai cawapresnya dan menghadapi pasangan petahana Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2019 mendatang.

“Demokrat akan legowo, kalau memang tidak dipilih oleh Prabowo bukan AHY,” ucap Hendri.

Hal tersebut juga diamini oleh Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.

Menurut Ferdinand, Demokrat akan legowo apabila pada akhirnya Prabowo memutuskan untuk tidak memilih Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) pemenangan pemilu Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Cawapres.

“Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah menyatakan bahwa serahkan sepenuhnya kepada Prabowo. Tentu kami hormati (jika nanti bukan nama AHY yang dipilih Prabowo-red),” kata Ferdinand, Senin (30/7/2018).

Menurut Ferdinand, Partai Demokrat yakin Prabowo sudah tahu harus berpasangan dengan siapa supaya bisa menang dalam Pilpres 2019 mendatang. Maka dari itulah, Partai Demokrat sudah sepakat untuk mendorong Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

Kesepakatan tersebut tercapai dalam pertemuan antara Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo yang bertempat di kediaman Prabowo, Jakarta, Senin, 30 Juli 2018. Terlihat SBY pun tak menuntut supaya Agus Harimurti Yudhoyono menjadi Cawapres dari Prabowo. Menurut Ferdinand, SBY menyerahkan sepenuhnya kepada Prabowo guna memilih siapa calon pendampingnya.

“Terkait posisi cawapres, kami serahkan ke Prabowo agar menghindari konflik antar sesama teman koalisi,” kata Ferdinand.

Partai Demokrat juga mengajak partai politik koalisi pendukung Prabowo untuk tak menekan serta memaksakan jagoannya supaya terpilih menjadi cawapres.

“Maka itu kami juga meminta semua pihak agar tidak memaksakan kemauan dan menekan Prabowo untuk memilih calon tertentu. Kita serahkan kepada Prabowo seraya meyakini bahwa prabowo akan memilih yang terbaik,” pesannya.

Sebelumnya, diketahui bahwa Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, Partai Demokrat sudah sepakat supaya Prabowo Subianto menjadi calon presiden dalam periode 2019-2024. Hal tersebut disampaikan oleh SBY usai melakukan pertemuan secara tertutup hanya empat mata dengan Prabowo.

“Kami datang dengan satu pengertian, Pak Prabowo adalah calon presiden kita,” ujar SBY saat berada di kediaman Prabowo yang berlokasi di Jalan Kertanegara, Kebayoran, Jakarta, Senin (30/7/2018). (disadur dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here