Alasan Ust Somad dan Salim Segaf Kurang Kuat Jadi Cawapres Prabowo

0
227

Jakarta, namalonews.com – Diketahui, Ustaz Abdul Somad dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri telah direkomendasikan forum ijtima ulama sebagai cawapres untuk Prabowo Subianto. Meski begitu, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto diprediksi tak akan memilih keduanya.

Pengamat politik yang berasal dari Universitas Islam Negeri Syarih Hidayatullah, Adi Prayitno mengatakan bahwa figur Ustaz Abdul Somad dan Salim Segaf Aljufri hanya bagus sebagai pendulang suara.

“Dua-duanya belum dan tidak ya. Kalau ustaz Somad dan Salim Segaf ini lebih oke sebagai vote getter pemilih Islam,” ujar Adi Prayitno, Rabu, 1 Agustus 2018.

Adi melihat figur pendamping Prabowo masih ada di bursa nama yang sebelumnya telah digadang-gadang. Dari gerak politik Prabowo Subianto dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Adi melihat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mempunyai peluang. Akan tetapi, figur Agus Harimurti Yudhoyono juga masih butuh ‘lampu hijau’ dari partai politik calon koalisi seperti PKS serta PAN.

“AHY bisa juga. Tapi, sepertinya dilihat Prabowo dan SBY semangat koalisinya mengalahkan Jokowi bukan berebut capres atau cawapresnya,” kata Adi Prayitno.

Pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio pun mengatakan jika Prabowo Subianto mau menang, maka ia harus mengukur siapa pendampingnya. Akan tetapi, bila Prabowo Subianto hanya sekedar ingin mengikuti pilpres kembali, tak ada masalah dengan figur calon wakil presiden.

“Kalau asal ikut saja ya siapa saja bisa dampingi Prabowo. Tapi, kalau mau menang harus dilihat diukur,” kata Hendri Satrio, Selasa, 31 Juli 2018.

Hendri Satrio menyebut bahwa baik nama Ustaz Abdul Somad maupun Salim Segaf Aljufri sulit untuk mendampingi Prabowo dalam memenangkan pilpres. Meski Ustaz Abdul Somad mempunyai popularitas, akan tetapi penceramah tersebut telah memberikan sinyal menolak. Sementara untuk Salim Segaf Aljufri, ia pesimistis dapat mendongkrak Prabowo.

“Kalau Salim Segaf susah sih kecuali kalau sudah dideklarasikan curi waktu beberapa minggu saja. Secara popularits sulit naik. Yang bisa menangkan Segaf ini loyaliyas dan militansi kader PKS,” ungkap Hendri Satrio yang juga berprofesi sebagai Direktur Eksekutif lembaga survei KedaiKOPI.

Berkaitan dengan nama calon wakil presiden Prabowo Subianto, ia melihat harus ada figur yang bisa mendongkrak elektabilitas Prabowo. Pasalnya, dispariras angka elektabilitas Prabowo Subianto dan Joko Widodo masih ada timpang dalam survei.

“AHY juga masih susah ya. Tapi kalau dari survei KedaiKOPI kan yang paling tinggi kan Anies Baswedan. Itu kan bagaimana kesepakatan koalisi nanti,” kata Hendri Satrio.

Di lain sisi, Ketua DPP PDI-P Andreas Hugo Pareira menegaskan bahwa partainya dan koalisi pendukung petahana Joko Widodo (Jokowi) tidak merasa gentar sedikit pun dalam menghadapi pasangan Prabowo Subianto dan Salim Segaf Aljufri, ataupun Prabowo Subianto dan Ustaz Abdul Somad.

“Namun, hal ini kembali terpulang kepada Prabowo dan parpol pendukungnya, apakah Prabowo dan Ust Somad atau Salim Segaf cukup kuat menghadapi Jokowi?” kata Andreas Hugo Pareira, Selasa, 31 Juli 2018.

“Apalagi, mengingat rakyat saat ini butuh bukti dan Jokowi sudah membuktikan selama empat tahun memimpin negeri ini,” imbuh Andreas Hugo Pareira.

Selain itu, Andreas Hugo Pareira juga menyarankan supaya Prabowo Subianto tetap mempertimbangkan rekomendasi ijtima GNPF itu.

“Saya pikir Pak Prabowo perlu mempertimbangkan usulan tersebut. Selama lima tahun pak Prabowo telah memainkan peran sebagai simbol figur di luar pemerintahan,” pungkas Andreas Hugo Pareira.(disadur dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here