Manuver Antasari Dukung Jokowi Munculkan Reaksi Partai Demokrat

0
99

Jakarta, namalonews.com – Kini Antasari Azhar kembali muncul. Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut mendeklarasikan dukungannya terhadap Joko Widodo (Jokowi) supaya melanjutkan masa pemerintahan selama 2 periode.

“Saya katakan dukung Jokowi,” ujar Antasari setelah pelantikan pengurus DPC Pro Jokowi Nawa Cita (Pronata) Surakarta yang bertempat di Graha Saba Buana, Selasa (31/7/2018).

Dukungan terhadap Jokowi diperlihatkan Antasari dengan cara menjabat ketua dewan penasihat Pronata. Mantan Ketua KPK ini pun meyakini Jokowi bisa melanjutkan kepemimpinan yang adil.

“Karena sudah hilang era yang pernah zalim. Sudah jelas beliau menegakkan keadilan dan kebenaran,” ujar Antasari.

Antasari pun menyinggung rezim yang zalim yang membuatnya telah dipenjara. Presiden Jokowi lalu mengabulkan grasi Antasari.

“Sudahilah, putuskan langkah rezim zalim. Kita kawal mereka yang mengedepankan keadilan. Buktinya apa? Saya bisa di sini karena Pak Jokowi, kalau tidak, saya masih gini (dipenjara),” ujar Antasari.

Mengenai cawapres, Antasari menyerahkannya ke Jokowi. Calon wakil presiden Jokowi menurutnya harus mempunyai kesamaan visi terutama soal nawacita.

“Saya yakin Jokowi menang siapapun wakilnya. Saya yakin Jokowi tidak sembarangan memilih wakil,” kata Antasari.

Partai Demokrat pun bereaksi dengan kembali munculnya Antasari. PD juga mengungkit ‘peran’ Antasari dalam Pilgub DKI 2017, khususnya dalam kekalahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Wah, Antasari keluar lagi, ya? Secara politik, itu adalah hak Antasari dan tak mengherankan kenapa Antasari mendukung Jokowi. Itu sudah seharusnya karena semua tahu bagaimana Antasari mengambil peran atau patut diduga diberi peran saat Pilkada DKI tahun lalu,” kata Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean, Selasa (31/7).

Kemunculan Antasari pun membuat PD geli. PD akan meresponsnya dengan rencana menyurati Bareskrim Polri dan menanyakan kasus Antasari yang sempat diadukan.

“Kami akan menyurati Bareskrim Polri dalam waktu dekat, mempertanyakan laporan perkembangan penyelidikan kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh SBY atas terlapor Antasari Azhar,” ujar Ferdinand.

“Cuma ini orang apa sih, geli-geli gitu. Kenapa ada yang merasa jadi manusia suci? padahal kelakuan rusak, ya kita tertawa, geli juga melihat aksi yang dia lakukan. Apalagi semua ini terkait dengan penguasa,” tambah Ferdinand.

Seperti yang telah diketahui, menjelang pencoblosan Pilgub DKI 2017, Antasari telah mengeluarkan pernyataan mengenai kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen serta menyebut nama Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono. Pada Pilgub DKI lalu, PD mencalonkan putra sulung SBY, yang saat ini menjadi Ketua Kogasma Demokrat, AHY.

AHY, yang waktu itu berpasangan dengan Sylviana Murni, gagal untuk masuk ke putaran kedua Pilgub DKI. Ferdinand pun menuding Antasari telah mendapat perlakuan khusus dari Istana selama ini.

“Antasari terpidana otak pembunuhan Nasrudin mendapat kesempatan khusus menjadi tamu Presiden di Istana. Dan itu rekor sejarah yang dicetak seorang presiden dengan memberi tempat istimewa, dijamu di Istana. Jadi lumrah saja kalau Antasari mendukung Jokowi,” kata Ferdinand.

“Minyak memang harus berkumpul dengan minyak, air dengan air,” imbuh Ferdinand.

Pada Selasa (14/2), Antasari mendatangi Bareskrim Polri untuk melaporkan kasus dugaan sangkaan palsu. Antasari melaporkan dengan Pasal 318 KUHP juncto 417 KUHP juncto 55.

Malam harinya, Wasekjen Partai Demokrat, Didi Irawadi, juga mendatangi Bareskrim untuk melaporkan Antasari Azhar sebab dituduh mencemarkan nama baik SBY. Hal tersebut berkaitan dengan pernyataan Antasari yang menuduh SBY sebagai inisiator kriminalisasi atas kasusnya. (disadur dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here