Tidak Main-Main: Cadangan Devisa Anjlok Rp 150 Triliun, Jokowi Gelar Rapat

0
591

Jakarta, namalonews.com – Devisa adalah kekayaan suatu negara dalam bentuk mata uang asing yang berguna sebagai alat pembayaran  internasional dan bersifat convertible (dapt dikonversikan). Devisa dapat  terdiri atas uang kertas asing, wesel, dan cek dalam valuta asing yang biasanya dinilai dalam dollar Amerika Serikat (AS) atau SDR (self drawing right)

Cadangan devisa ( foreign exchange reserves) adalah simpanan mata uang  asing oleh bank sentral dan otoritas moneter. Simpanan ini merupakan asset  bank sentral yang tersimpan dalam beberapa mata uang cadangan (reserve currency) seperti dollar, euro, atau yen  dan digunakan untuk menjamin kewajibannya  yaitu mata uang lokal yang diterbitkan, dan cadangan berbagai bank  yang disimpan di bank sentral oleh pemerintah  atau lembaga keuangan.

Ada tiga faktor penyebab turunnya cadangan devisa. Pertama, untuk pembayaran bunga utang luar negeri pemerintah, kedua pemenuhan kewajiban BUMN untuk pembayaran impor bahan baku, dan ketiga intervensi Bank Indonesia untuk meredam pelemahan nilai tukar.

Bank Indonesia mencatat bahwa  cadangan devisa (cadev) Indonesia  terus terkuras. Tidak main-main.  Hal itu dilakukan untuk menahan agar nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) tidak terus terperosok semakin jauh. Secara year-to-date (YTD), nilai tukar rupiah sudah anjlok 6,29% terhadap dolar AS.

Nilai tukar rupiah bisa jatuh lebih ke dalam lagi manakala Bank Indonesia tidak segera melakukan intervensi. Boleh jadi nilai tukar rupiah menyentuh level Rp 15.000 per dollar AS.

Dalam menghadapi  pelemahan rupiah, sebelumnya Bank Indonesia telah menyatakan kesiapannya untuk melakukan intervensi. Cadangan devisa Indonesia telah terkuras  hingga mencapai jumlah Rp  150, 5 triliun.

Penurunan cadangan devisa Indonesia  terutama diepengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah. Di samping itu, penurunan  cadangan devisa juga untuk mejaga stabilisasi  nilai tukar rupiah  di tengah-tengah  ketidakpastian  pasar keuangan global.

Jika tekanan dollar AS terhadap rupiah tak kunjung usai, maka  cadangan devisa Indonesia semakin terkuras.

Berikut posisi cadangan devisa sejak 2018 :

Januari 2018 : US$ 131,98 miliar

Februari 2018 : US$ 128,05 miliar

Maret 2018 : US$ 126,003 miliar

April 2018 : US$ 124,862 miliar

Mei 2018 : US$ 122,914 miliar

Juni 2018 : US$ 119,8 miliar

Menyikap kian berkurangnya cadangan devisa  Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi)  mengadakan rapat terbatas dengan sejumlah menteri dan pejabat negara lainnya, Selada (31/7/2018) di Istana Bogor. Rapat terbatas khusus kali ini membahas tentang cadangan devisa Indonesia di tengah pelemahan rupiah yang terjadi.

“Situasi negara saat ini butuh dollar. Karena itu, saya minta seluruh kementerian dan lembaga betul-betul serius, tidak ada main-main menghadapi ini. Saya nggak mau lagi bolak balik rapat.

“Selain itu, posisi ini berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” imbuhnya.

Penulis : Sulis Sutrisna

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here