Agar Sri Mulyani Tidak Menghalalkan Segala Cara untuk Tambah Pemasukan Negara

0
243

Jakarta, namalonews.com – Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Timur I menggagalkan penyelundupan tiga kontainer berisi 50.664 botol minuman keras asal Singapura dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. Namun,  barang-barang tersebut  masuk melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Keberhasilan Bea Cukai terebut dipuji oleh anggota Komisi XI DPR RI, Mukhammad Misbakhun,  yang juga mantan pegawai Kementerian Keuangan. Ia  turut hadir bersama Menkeu Sri Mulyani pada saat jumpa pers.

“Harus ada apresiasi kepada petugas dari jajaran Direktorat Jenderal Bea Cukai yang berhasil mengungkap penyelundupan tiga kontainer berisi 30 juta batang rokok dan 50.664 botol minuman keras, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp57 miliar,” kata Mukhammad Misbakhun melalui pernyataan tertulisnya, Kamis (2/8/2018).

Penggagalan barang-barang ilegal tersebut diungkapkan dalam konferensi pers yang dipimpin langsung oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi, di PT Terminal Peti Kemas Surabaya, Kamis (2/8/2018).

Atas  hasil kerja Kanwil Bea Cukai Jawa Timur I tersebut, kemudian   Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap agar 50.664 botol minuman keras ilegal asal Singapura yang diamankan Kanwil Bea Cukai Jawa Timur I bisa dilelang untuk menambah pemasukan negara. Namun demikian, Sri Mulyani menyadari bahwa untuk bisa memuluskan harapannya tersebut sangat bergantung pada kejaksaan dan pengadilan yang menyidangkan kasusnya.

“Ini adalah barang sitaan.  Jadi, statusnya bukan barang yang bebas. Kita akan sangat bergantung kepada kejaksaan dan pengadilan untuk bisa melakukan proses secara cepat, sehingga barang itu kemudian bisa sah untuk dilakukan pelelangan,” kata Sri Mulyani seusai menggelar konfrensi pers di PT. Terminal Peti Kemas Surabaya, Kamis (2/8/2018).

Sri Mulyani kemudian berharap   agar pihak kejaksaan dan pengadilan bisa mempertimbangkan harapannya tersebut. Nantinya,  jika keinginan tersebut dikabulkan pengadilan, Sri Mulyani meminta Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi, untuk menindaklanjutinya.

Pernyataan Menteri Menteri Terbaik di Dunia (Best Minister in the World Award) di World Government Summit) tersebut menuai kecaman  dari sejumlah pihak.

Praktisi hukum, Johan Khan,  mengingatkan Sri Mulyani untuk tidak menghalalkan segala cara sebagai solusi menutup defisit anggaran.

“Astaghfirullah… Ini solusi defisit anggaran dari Menteri Terbaik Sedunia? Koq kesannya hopeless lalu menghalalkan segala cara? Miras ilegal sitaan ya dimusnahkan donk, jangan malah menambah sumber-sumber haram pendapatan negara,” tegas Johan Khan di akun Twitter @CepJohan.

Sementara itu, kecaman serupa datang dari Ketua Dewan Pmpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Jansen Sitindaon. Di akun twiternya,  @jansen_jsp, Jansen Sitindon   menulis seperti yang di bawah ini.

“Sulit untuk mengomentarinya. Udah mau tenggelam ya gini ini. Terserah Ibu ajalah selaku Menteri Keuangan terkece se-Dunia. Asal jangan Narkoba sitaan juga nanti dilelang karena potensi harganya juga tinggi untuk pemasukan Negara bu. Atur-atur sesuka ibu ajalah.”

Penulis : Sulis Sutrisna

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here