Para Sekjen Koalisi Pendukung Prabowo Siap Bentuk Tim Pemenangan

0
115

Jakarta, namalonews.com – Partai koalisi Prabowo telah sepakat untuk membentuk tim pemenangan. Partai Gerindra-PAN-PKS-Partai Demokrat menyepakati dua hal yang merupakan hasil dari rapat sekjen-sekjen partai. Salah satunyanya ialah mereka sepakat untuk membentuk tim pemenangan Prabowo Subianto tersebut guna menghadapi Pilpres 2019 mendatang.

“Tim pemenangan. Bukan nama, tapi bagaimana strukturnya yang efektif yang bisa menjangkau kemenangan capres-cawapres, termasuk deklarasi capres-cawapres. Inilah hasil yang akan kami laporkan kepada ketua umum partai kami,” kata Sekjen Gerindra Ahmad Muzani saat berada di kediamannya, Jalan Kemang V, Jakarta Selatan, pada Rabu, 1 Agustus 2018.

Tak hanya tim pemenangan, empat partai ini segera membentuk tim kecil. Tim kecil ini nantinya akan membahas sekaligus mengerjakan beberapa hal.

“Kita akan membentuk tim kecil yang bertugas untuk mengkompilasi dan melakukan penyusunan terhadap visi dan misi terhadap visi dan misi capres dan cawapres. Karena, semangat perubahan dan perbaikan negara, ekonomi, politik, dan kehidupan lainnya, itu yang kita usung,” kata Ahmad Muzani.

“Maka, visi dan misi capres itu harus merupakan draf yang mestinya hampir final, tidak mengalami perubahan yang fundamental kalau ada pembagian,” tambah Ahmad Muzani.

Tim kecil ini nantinya juga akan merancang kerja negara 5 tahun ke depan andai rakyat telah mempercayakan tampuk kepemimpinan kepada Prabowo Subianto serta koalisi. Masalah ekonomi pun akan menjadi fokus.

“Karena itu, kita harus duduk bareng membicarakan persoalan tersebut, termasuk merancang bangun bagaimana Republik Indonesia 5 tahun ke depan. Jika rakyat memberi mandat kepada kita, tentu apa yang akan kita bangun, pemerintahan apa yang kita bangun, ekonomi macam mana yang kita lakukan, termasuk pembangunan lainnya, semua harus tercermin dalam visi-misi,” ungkap Ahmad Muzani.

Dari rapat sekjen partai-partai pendukung Prabowo Subianto, diketahui bahwa Sekjen PKS, Mustafa Kamal pulang paling awal. Rabu, 1 Agustus 2018, Mustafa keluar pukul 10 malam tepat atau satu jam usai melakukan pertemuan tertutup bersama sekjen PAN, Gerindra, serta Demokrat.

Mustafa keluar dari tempat rapat bersama Wasekjen PKS, Abdul Hakim. Raut wajah keduanya terlihat masam dan terburu-buru untuk memasuki mobil, seperti tengah menghindari wartawan.

Akan tetapi, pada akhirnya wartawan dapat menghambat laju mobil mereka serta meminta mereka memberikan pernyataan. Tak banyak yang disampaikan oleh Mustafa.

Dari dalam mobil, Mustafa Kamal berteriak, “Kami tetap bersama hasil Ijtima Ulama. Pokoknya kami bersama rakyat dan ulama.”

Pernyataan itu disampaikan untuk menjawab pertanyaan wartawan, apakah dibahas pula tentang nama cawapres pendamping Prabowo Subianto. Akan tetapi, saat ditanya mengenai hal lain, Mustafa Kamal tak menjawab dan hanya berkata, “Sudah ya sudah. Besok lagi.”

Mobil Mustafa pun kemudian melaju pelan seolah mencoba menghindari wartawan.

“Pak, kok keluar duluan, apa enggak deal soal Ijtima Ulama?” tanya salah seorang wartawan.

“Enggak. Enggak ada begitu. Biasa saja,” jawab Mustafa Kamal.

Diketahui, dalam rapat tersebut hadir pula Sekjen PAN Eddy Soeparno, Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani, dan Sekjen Demokrat, Hinca Panjaitan. Mereka keluar dari tempat rapat pada waktu yang berbeda-beda.

Eddy Soeparno keluar 15 menit usai Mustafa. Disusul Hinca Panjaitan 10 menit kemudian dan terakhir, Ahmad Muzani sekitar pukul 11 malam. Tak diketahui secara pasti kapan rapat berakhir.

Menurut Eddy Soeparno, hasil rapat akan disampaikan kepada ketua-ketua umum keempat partai guna ditindaklanjuti dalam pertemuan selanjutnya. (disadur dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here