SBY- Prabowo Serius Rancang Strategi Kejutan untuk Kalahkan Jokowi

0
127

Jakarta, namalonews.com – Setelah tercapai kesepakatan antara Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Prabowo Subianto terkait pilpres 2019, yakni mereka berkoalisi untuk memenangi pesta demokrasi lima tahunan itu, hari-hari ini mereka sibuk. Kini SBY dan Prabowo  sedang mencari komposisi pasangan capres yang bisa mengalahkan petahana Joko Widodo di 2019.

Mereka sedang bekerja keras memeras otak mencari cara  agar koalisinya bisa memenangi pilpres 2019. Mereka sedang mempersiapkan tokoh  sebagai lawan tanding capres petahana.

“SBY dan Prabowo sedang mempersiapkan tokoh atau capres dan cawapres yang bisa menjadi lawan tanding sebanding dengan Jokowi. Saya kira akan muncul peta baru di luar skenario Prabowo,” jelas pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago.Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Dosen ilmu politik  Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, itu mengatakan bahwa  pasangan capres yang diusung koalisi Partai Demokrat, Partai  Gerindra, Partai Aamanat Nasional,dan Partai Keadilan Sejahtera tersebut  akan menjadi kejutan bagi kubu pendukung Jokowi. Dengan kata lain, tambah Pangi, Prabowo menjadi king maker dengan tidak maju sebagai calon presiden.

“Ujungnya adalah Prabowo tetap jadi king maker, sehingga dipastikan akan ada kejutan atau efek kaget. Jadi, berbeda dengan peta lama,” tambah Pangi.

Selanjutnya Pangi menambahkan bahwa, pasangan caon presiden yang diusung koalisi Prabowo  akan membuat kubu Jokowi mengalami kesulitan dalam mengalahkannya.

Namun demikian, Pangi mengingatkan bahwa yang lebih rumit adalah skenario di luar Prabowo.

“Yang cukup rumit adalah skenario di luar Prabowo. Statement Prabowo cukup mengejutkan bahwa ‘saya tidak perlu maju kalau ada tokoh lain yang lebih baik,’” kata Pangi menirukan.

Sebagaimana masih segar dalam ingatan bahwa beberapa hari yang lalu prabowo pernah mengatakan seperti yang di bawah ini.

“Saya siap jadi alat untuk perubahan, saya siap untuk jadi alat umat dan alat raky

Pernyataan Prabowo tersebut bisa dimaknai bahwa dia siap menjadi alat untuk perubahan.  Dengan kata lain, dia siap untuk tidak maju sebagai calon presiden jika ada tokoh lain dari kubunya yang lebih baik sehingga mampu mengalahkan Jokowi.

Berdasarkan hal tersebut, kubu calon presiden petahana (Jokowi)  tidak punya banyak pilihan, selain harus kembali berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK) sebagai calon wakil presiden. Itu pun jika memungkinkan berdasarkan peraturan yang mengatur hal itu.

“Kalau tidak (bersama JK) maka Jokowi bisa tumbang oleh sang penantang dengan peta baru tersebut. Peta baru yang ditampilkan Prabowo dan SBY bisa mengancam posisi Jokowi,”tambah  Pangi yang juga direktur eksekutif Voxpol Center Reseach and Consulting.

Penulis : Sulis Sutrisna

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here