Sekjen PPP, Arsul Sani: Koalisi Jokowi Masih Buka Peluang bagi PAN Bergabung

0
69

Jakarta, namalonews.com – Pembahasan strategi koalisi di dalam menuju pemilihan presiden  tahun 2019 yang akan datang untuk saat ini menjadi semakin hangat. Isu semakin kencan jelang pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil, yang dibuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) 4-10 Agustus yang akan datang.

Presiden Joko Widodo juga telah meminta saran para sekjen partai pendukungnya mengenai rencana membuka pintu koalisi bagi parpol yang lain yang ingin bergabung. Itu dibicarakan saat pertemuan di Restoran Grand Garden, Bogor, Jawa Barat.

Arsul Sani selaku Sekjen PPP telah mengatakan bahwa koalisi akan tetap dibuka sampai dengan akhir pendaftaran capres-cawapres jika semua partai pendukung setuju.

Sebab untuk koalisi partai pendukung Jokowi  telah melihat ada peluang partai-partai yang belum menyatakan sikap politik untuk ikut bergabung. Dalam hal tersebut Arsul menyebut salah satu partai yang berpeluang merapat ke koalisi Jokowi  yaitu Partai PAN.

Presiden Joko Widodo dan Parpol Koalisinya juga masih memberi kesempatan kepada Partai Amanat Nasional (PAN) untuk bergabung di koalisi untuk menghadapi Pilpres 2019 yang akan datang.

Arsul Sani sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP, juga menyebutkan jika koalisi Joko Widodo (Jokowi) masih mungkin terbuka untuk mengajak Partai Amanat Nasional (PAN) supaya mau bergabung dengan sembilan partai lainnya. Sebab, koalisi Jokowi juga tidak mengunci kemungkinan PAN untuk bisa bergabung.

Hal itu bahkan sempat disinggung dalam pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan sembilan sekjen partai yang tergabung di koalisi Jokowi. Pertemuan tersebut diadakan di Bogor, pada hari Selasa (31/7/2018) malam.

“Betul (buka peluang untuk PAN bergabung). Tadi malam memang ada yang menyinggung seperti Itu,” kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/8/2018).

Bahkan, Arsul  Sani Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP juga mengungkapkan, Jokowi meminta pendapat kepada para sekjen ihwal opsi bergabungnya PAN ke dalam koalisi.

Selanjutnya Arsul menyatakan pada intinya para sekjen juga masih membuka kesempatan untuk PAN jika memang serius hendak bergabung.  Akan tetapi untuk kepastiannya, Arsul Sani menyatakan hal tersebut hanya bisa disampaikan oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

“Intinya istilahnya koalisi tidak menggembok yang tidak bisa dibuka kembali. Sepanjang semuanya sepakat ya terbuka aja. Sepanjang semua sepakat,” lanjut Arsul Sani Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP saat itu.

Akan tetapi apakah peluang PAN masih ada atau tidak untuk bergabung ke koalisi Jokowi, katanya, hal tersebut memang tergantung dari PAN itu sendiri.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP itu juga menegaskan, jika parpol koalisi Jokowi menutup pintu rapat-rapat bagi PKS jika ingin bergabung. Pasalnya, PKS merupakan motor dari gerakan #2019 ganti presiden. Bahkan sudah  ada di mana-mana.

“Kalau PKS kan rasanya karena dia yang meluncurkan tagar #2019GantiPresiden ya masa sih mau dirubah tagarnya 2019 tetap presiden,”  jelas anggota DPR RI itu.

Memang pada dasarnya, katanya, koalisi Jokowi masih belum menutup apabila ada partai lain ingin bergabung, salah satunya,  yaitu PAN.

“Betul (membuka peluang PAN bergabung),” jelas dia saat itu

Pada koalisi Jokowi sendiri saat ini terdapat sejumlah sembilan partai yang mendukungnya.

Diantaranya yaitu dari PDIP, PPP, Golkar, Nasdem, Hanura, PKB, PSI, Perindo, dan juga dari  PKPI.

Sedangkan untuk PAN dan juga PKS sejauh ini masih bergabung ke koalisi lawan Jokowi, yakni Prabowo Subianto bersama dengan Partai Gerindra dan juga Partai Demokrat. (disadur dari berbagai sumber)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here