Dukung UAS Silakan. Namun, Jangan Serang AHY

0
209

Jakarta, namalonews.com – Calon presiden Prabowo Subianto   didukung oleh koalisi  partai politik pengusungnya. Masing-masing partai politik tersebut mengajukan nama  wakil presiden untuk disandingkan dengan Prabowo. Dengan demikian, pada kubu Prabowo, ada beberapa nama calon presiden.

Calon wakil presiden tersebut berasal dari internal partai pendukung atau berasal dari eksternal partai pendukung. Itulah sebabnya,  pada kubu Prabowo terbagi ke beberapa kelompok. Kelompok itu dipisahkan berdasarkan calon wakil presiden yang didukung.

Ada kelompok yang mendukung calon wakil presiden dari hasil ijtima ulama. Ijma ulama berarti   kesepakatan para ulama dalam menetapkan suatu hukum.

Bahkan, Prabowo selaku capres berpidato  ijma ulama tersebut. Pesan utama yang disampaikan Prabowo dalam pidatonya antara lain mengenai nilai tukar rupiah yang terus melemah, harga bahan pokok yang melambung tinggi, serta lapangan kerja yang sulit.

Kemiskinan bertambah tapi masih ada menteri yang mengatakan bahwa kemiskinan berkurang. Inilah yang dimaksud dengan kemiskinan terstruktur seperti yang pernah dikatakan Pak Ramli (Rizal Ramli),” ucap Prabowo dalam pidatonya, Jumat (27/7) malam

Ijma ulama dilakukan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama. Berdasarkan ijtima ulama itu, ada dua calon yang direkomendasikan, yaitu Ketua Dewan Syuro PKS, Salim Segaf Al Jufri dan pendakwah, Ustaz Abdul Somad (UAS).

PKS menjadi bagian dari pendukung kelompok ini. Apalagi setelah UAS menyatakan tidak berminat maju dan lebih mendukung Salim Segaf sebagai pendamping Prabowo Subianto.

Sementara  itu, kelompok lain hadir mendukung calon yang tengah dipersiapkan oleh Partai Demokrat dan PAN. Kedua partai itu sama-sama berada di luar koalisi pendukung Jokowi dan tengah melakukan penjajakan dengan Prabowo. Di antara pendukung cawapres Prabowo, terjadi “ketegangan”. “Ketegangan ” ini  marak terjadi di media sosial. Tak jarang di antara mereka saling hujat .

Itulah sebabnya, tidak mengherankan apabila kemudian Wakil Sekjen Dewan Pimpinan Pusat  (wasekjen)  Partai Demokrat, Andi Arief,  bahkan sampai meminta pengertian. Suatu pengertiaan agar pendukung UAS dan Salim Segaf untuk lebih  fokus  dan serius dalam mencuri hati Prabowo.

Namun demikian,  mereka  tidak perlu melakukan penyerangan kepada kandidat yang diajukan partai lain. Maksudnya adalah  agar mereka jangan menyerang kepada salah satunya kepada Komandan Komando Satuan Tugas Bersama Demokrat, Agus Harimurto Yudhoyono. Sebagaimana diketahui bahwa AHY memang tokoh Partai Demokrat yang  turut digadang menjadi pendamping Prabowo.

“Pendukung UAS dan ketua dewan syuro PKS silakan berjuang meyakinkan Pak Prabowo, tetapi jangan menyerang yang lain, misalnya AHY (Agus Harimurti Yudhoyono),” ujarnya di akun Twitter @AndiArieef_ sesaat lalu, Sabtu (4/8/2018).

Penulis : Sulis Sutrisna

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here