Fahri Hamzah Menang Gugatan, PKS Ajukan Peninjauan Kembali

0
169

Jakarta, namalonews.com – Pemecatan Fahri Hamzah memunculkan banyak reaksi, terutama dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Pimpinan PKS pun mengaku heran dengan putusan Mahkamah Agung yang malah menolak gugatan kasasi mereka. PKS mengaku tak akan diam saja. Bahkan PKS mengaku akan segera mengajukan Peninjauan Kembali (PK).

“Kami akan mengajukan peninjauan kembali,” kata tim advokasi hukum PKS, Zainuddin Paru.

Zainuddin menjelaskan dengan upaya PK yang sedang dilakukan, maka PKS tetap memandang Fahri bukan bagian dari kadernya.

“Dia bukan kader PKS,” kata Zainuddin.

Tak hanya itu, PKS curiga atas putusan kasasi yang dilakukan oleh MA. Bagi Zainudin, putusan yang diambil oleh Mahkamah Agung (MA) cukup mengherankan lantaran putusannya begitu cepat.

Zainudin menjelaskan artinya perkara tersebut terlihat menjadi atensi yang lebih dari majelis hakim di MA yang sedang menangani ribuan perkara kasasi.

Lewat keterangan tertulis pada Kamis (2/8), Zainudin mengatakan bahwa pihaknya baru mendapatkan pemberitahuan MA pada tanggal 29 Juni. Dimana menyatakan bahwa permohonan kasasi yang diajukannya sudah didaftarkan pada tanggal 28 Juni. Surat terbit tepat satu hari usai perkara didaftarkan.

Selain itu, kecurigaan Zainudin juga dikarenakan nomor perkara untuk kasus Fahri Hamzah di tingkat kasasi yang berbeda. Terdapat dua nomor register di dua kepaniteraan yang berbeda.

Sebelumnya didaftarkan di panitera muda perdata khusus (partai politik). Setelah itu, dipindah ke perdata umum, sembari diikuti dengan perubahan nomor register perkara.

“Berdasarkan surat pemberitahuan tanggal 6 Juni 2018, panitera muda perdata khusus MA memberitahukan bahwa permohonan kasasi PKS sudah diterima tanggal 2 April 2018 dan telah didaftarkan dengan nomor register 607/K/Pdt. Sus-Parpol/2018,” kata Zainudin.

“Tetapi, kemudian kami mendapat surat pemberitahuan tertanggal 29 Juni 2018 bahwa permohonan kasasi kami terigister pada 28 Juni 2018 dengan nomor 1876 K/Pdt./2018,” tutup Zainudin.

Zainudin pun kembali mempertanyakan apakah kasus Fahri tersebut dianggap istimewa oleh Mahkamah Agung karena ia adalah seorang Wakil Ketua DPR.

Disamping itu, kuasa hukum Fahri Hamzah, Mujahid A. Latief menyampaikan bahwa keputusan di Mahkamah Agung sudah bersifat final serta mengikat. Meskipun nantinya PKS akan mengajukan peninjauan kembali sebagai usaha hukum luar biasa, akan tetapi tetap saja tidak akan berpengaruh.

“Upaya itu tidak akan menghalangi niat kami untuk melakukan eksekusi karena keputusan itu telah berkekuatan hukum tetap,” kata Mujahid pada Kamis siang di Jakarta.

Saat ini, kata Mujahid, posisi pihak Fahri sedang menunggu. Lalu, mereka akan mengajukan permohonan eksekusi sesuai dengan ditum putusan. Adapun salah satunya ialah perihal ganti rugi.

“Salah satunya berkaitan dengan ganti rugi Rp 30 miliar (dari yang dituntut) Rp 500 miliar,” kata Mujahid.

Akan tetapi, Mujahid juga masih ingin melihat putusan MA secara keseluruhan guna mengetahui apa saja permintaan mereka yang dikabulkan.

Setelah menang gugatan melawan Pimpinan PKS, politisi PKS Fahri Hamzah pun berencana untuk menemui mantan Presiden PKS, Anis Matta. Menurut Fahri, Anis Matta adalah sosok yang tepat guna menjadi pelopor perbaikan partai.

Fahri menyinggung kepemimpinan Anis dulu saat PKS diterpa kasus korupsi. Luthfi Hasan Ishaaq saat menjadi Presiden PKS terjerat kasus korupsi soal impor daging. Menurut Fahri, Anis kala itu bisa mempertahankan partai.

Perolehan suara PKS pada Pemilu 2014 tetap stabil. Perolehan suara PKS bisa bertahan hingga 6,79%. Hanya saja, menurut Fahri Hamzah, yang saat ini menjadi hambatan ialah belum adanya itikad baik dari Pimpinan PKS untuk berdamai dengannya.(dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here