Sikap Ancang-ancang Cak Imin Jikalau Ditolak Jokowi

0
185

Jakarta, namalonews.com – Bukan hal yang asing lagi soal Cak Imin yang berambisi untuk menjadi cawapres Joko Widodo. Cak Imin atau yang memiliki nama lengkap Muhaimin Iskandar memang sangat yakin bisa mendampingi Jokowi maju di Pilpres 2019 mendatang. Cak Imin masih optimistis dipilih walaupun belum ada pertanda dari Jokowi maupun dari partai koalisi pendukung.

“Nggak ada waktu yang ditentukan. Pokoknya Jokowi yakin dengan saya, langsung diumumkan,” ujar Cak Imin saat berada di Gedung Joang, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (1/8/2018).

Cak Imin pun mengatakan bahwa pembahasan soal wakil Jokowi belum mengerucut serta masih dilakukan partai pendukung. Nama Cak Imin sendiri memang masuk ke dalam bursa 10 nama bakal cawapres Jokowi.

“Tidak ada pengerucutan, masih cair,” kata Cak Imin.

Hanya saja, Cak Imin menambahkan, dirinya berharap supaya wakil presiden Pak Jokowi berasal dari kader partai yang mengerti serta menjadi back-up penuh pada pemerintah.

Meski optimistis, Cak Imin tetap pasang ancang-ancang apabila tak dipilih untuk menjadi pendamping Jokowi. Dalam waktu dekat ini, Cak Imin akan bertemu dengan puluhan kiai Nahdlatul Ulama guna membahas mandat cawapres.

“Beliau (Muhaimin Iskandar) dalam waktu dekat ini akan menggelar pertemuan dengan para ulama-ulama di Jakarta,” ungkap Ketua DPP PKB Jazilul Fawaid, Senayan, Jakarta, Kamis (2/8).

Pertemuan tersebut direncanakan akan diadakan pada Sabtu (4/8) mendatang. Jazilul pun mengatakan bahwa pertemuan itu dilakukan guna membahas mandat cawapres yang diberikan pada Cak Imin. Para kiai, sebut Jazilul, ingin memperoleh informasi terkini menjelang pendaftaran Pilpres 2019.

“Pertemuan kiai dimaksudkan supaya menyatukan langkah Cak Imin yang selama ini mendapat mandat. Beliau-beliau ini ingin mendapatkan informasi lengkap seperti apa menjelang pendaftaran,” kata Jazilul.

Akan tetapi, Cak Imin sendiri belum memastikan kapan pertemuan tersebut berlangsung. Cak Imin masih menunggu kejelasan wakil Jokowi sebelum menghadap kepada para ulama.

“Nanti, belum. Belum waktunya. Nanti kira-kira kalau sudah ada bayangan siapa wapresnya, ini belum kelihatan. Kalau wapresnya sudah ada bayangan baru kita pertemuan. Tapi kalau belum, ya belum. Lapor apa?” ujar Imin saat berada di kompleks parlemen, Senayan.

Belum lama ini dikejutkan pula pernyataan bahwa pihak Cak Imin bisa tak usung Jokowi. Diketahui, Jazilul Fawaid mengatakan bahwa partainya bisa saja tidak lagi mengusung Jokowi apabila tidak mendapat persetujuan para kiai.

“Karena Cak Imin mendapat mandat dari para ulama, (arah koalisi) bisa berubah. Namanya juga mandat,” ujar Jazilul.

Saat ini, tambah Jazilul Fawaid, para kiai memberikan mandat supaya Muhaimin menjadi calon wakil presiden pendamping Jokowi.

Saat ditanya apakah nanti para kiai tetap akan merekomendasikan PKB guna mengusung Jokowi meskipun Cak Imin tidak menjadi cawapres, Jazilul Fawaid mengatakan bahwa hal itu masih akan dibahas serta belum bisa dijawab.

Ketua Progress 98, Faizal Assegaf pun menanggapi pernyataan pihak Cak Imin tersebut. Dari Twitter @faizalassegaf yang ia tulis pada hari Kamis (2/8/2018), mulanya Faizal Aseegaf mentautkan berita pernyataan dari Wakil Sekjen PKB, Jazilul Fawaid mengenai sikap Cak Imin.

Dalam cuitan tersebut, Faizal Assegaf mengatakan bahwa pernyataan dari pihak Cak Imin ialah hanya bercanda. Faizal Assegaf menambahkan bahwa Cak Imin serta anak buahnya sekedar bercanda supaya suasana pilpres semakin seru. Faizal Assegaf juga mengingatkan supaya publik tak salah membaca kode tersebut. (Dikutip dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here