Catut Nama Ketua MUI Sumatera Barat demi Kemenangan Jokowi, Relawan Jokowi Minta Maaf

0
336

Jakarta, namalonews.com – Kasus ini bermula dari pencatutan atau  nama Buya Gurizal Gazahar pada FKRPJ. Secara sepihak, nama Buya Gusrizal  oleh FKRPJ dicantumkan sebagai pengurus  FKRPJ. FKRPJ adalah singkatan dari Forum Komunikasi Relawan Pemenangan Jokowi

FKRPJ  dikukuhkan oleh Ketua Dewan Pembina Relawan Jokowi (Rejo), Sidarto Danusubroto, pada Kamis (2/8/2018). Bukan hanya Buya Gusrizal yang dimasukkan secara sepihak oleh FKRPJ  sebagai pengurus.  Sejumlah nama  tokoh Sumatera Barat (Sumbar pun dimasukkan   sebagai salah  satu pengurus FKRPJ.

Atas kasus tersebut, kemudian FKRPJ membuat permintaan maaf melalui surat  resmi. Intinya, FKRPJ meminta maaf atas kelalainnya memasukkan  nama ketua MUI Sumatera Barat sebagai  penasihat forum tesebut.

Mirwan Pulungan mewakili ketua umum FKRPJ, Mayjen TNI (Purn) Hartind Asrin, menyatakan permintaan  minta maaf.

Dimasukkannya nama Buya Gusrizal, menurut Mirwan, adalah  merupakan hasil kesepakatan dari Tim Formatur yang sepakat memasukkan nama Ketua MUI Sumbar itu sebagai salah satu Anggota Dewan Penasihat.

 “Para formatur hanya melihat dari sisi positifnya saja. Namun, mungkin yang jadi kekurangan dari kami adalah bahwa dimasukkan nama Buya Gusrizal Gazahar sebagai anggota Dewan Penasihat belum sempat kami bicarakan kepada beliau,”  aku Mirwan.

Lebih lanjut, Mirwan menegaskan bahwa hal tersebut terjadi karena keterbatasan waktu sejak pertama kali pertemuan untuk membentuk pengurus hingga acara pengukuhan yang mendatangkan ketua Tim Penggalangan Relawan Jokowi, Sidharta Danusubroto.

“Kami juga sudah merencanakan akan menemui langsung Buya Gusrizal sekaligus menyampaikan permohonan maaf kami baik secara lisan maupun tertulis,” jelasnya.

Mirwan melanjutkan bahwa Ketua FKRPJ, Mayjend Hartind, juga sudah menyampaikan permintaan  maaf kepada Buya Gusrizal melalui sambungan telpon. Buya Gusrizal, tambah Mirwan,   dikabarkan sudah memberikan tanggapan langsung kepada pihak FKRPJ.

“Formatur dan Pengurus Forum menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh nama-nama tokoh masyarakat, alim ulama, ninik mamak, tokoh adat, cendekiawan, cerdik pandai dan tokoh pemuda. Sekali lagi kami sampaikan permohonan maaf yang setinggi-tingginya atas kekhilafan dan kesalahan ini,” tulis surat resmi FKRPJ.

Atas protes Buya Gusrizal dan sejumlah tokoh Sumbar lainnya, FKRPJ  kemudian meninjau ulang susunan kepengurusan organisasi tersebut. Sebelumnya, dalam lampiran SK kepengurusan FKRPJ, terpampang sejumlah nama rektor universitas negeri maupun swasta di Sumbar. Di antaranya, Rektor Universitas Andalas (Unand) Tafdil Husni, Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Ganefri, Rektor UIN IB Padang, Eka Putra Wirman, Rektor Universitas Baiturrahmah, Musliar Kasim.

Selain rektor, sederet nama ulama Sumbar juga terdaftar dalam kepengurusan tim pemenangan Jokowi itu. Di antaranya, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumbar Shofwan Karim Elha, Ketua MUI Sumbar Gusrizal Gazahar, dan Ketua MUI Kota Padang, Duski Samad. Dari nama tokoh ulama itu, baru Ketua MUI Sumbar yang membantah SK tersebut dan menegaskan namanya dicatut tim FKRPJ Sumbar 2019.

Sebagian sudah membantah keterlibatan mereka dalam kepengurusan itu. Penolakan juga datang dari Rektor Universitas Andalas (Unand), Tafdil Husni, yang mengaku tidak tau menahu soal dimasukkannya namanya dalam daftar Pengurus FKRPJ.

Penulis : Sulis Sutrisna

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here