Gerindra Masih Pertimbangkan Anies sebagai Wakil Prabowo

0
170

Jakarta, namalonews.com – Muhammad Taufik yang merupakan salah satu Anggota Tim Pemenangan Pilpres Gerindra, menyatakan bahwa nama Anies Baswedan yang saat ini merupakan Gubernur DKI Jakarta, masih dipertimbangkan untuk dijadikan sebagai cawapres pendamping ketua umum Gerindra yakni Prabowo Subianto.

Taufik mengatatakan bahwa dalam pembahasan juga muncul nama Anies Baswedan sebagai calon wapres pendamping Prabowo, namun juga membahas nama-nama lain untuk dinilai sebagai pendamping Prabowo dalam Pilpres 2019 nanti.

“Ya, dalam pembahasan ada nama Anies. Semua nama dibahas plus dan minusnya”, terang Taufik ketika ditemui di kediaman Prabowo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada hari Jumat, 3 Agustus 2018.

Pada kesempatan itu, Taufik juga menambahkan bahwa obrolan antara Prabowo dengan Ketua Dewan Kehormatan PAN, yakni Amiem Rais serta Sekjen Demokrat, Hinca Panjaitan juga tidak jauh dari pembahasan cawapres pendamping Prabowo.

Taufik pun juga menjelaskan, bahwa keputusan penentuan cawapres diserahkan sepenuhnya kepada ketua umum partai mereka, Prabowo Subianto. Penentuan cawapres pendamping Prabwo tersebut dilakukan melalui pertemuan keempat sekjen partai, yakni Gerindra, Demokrat, PAN, dan PKS. Dalam pertemuan tersebut, terus dilakukan pembahasan mengenai format koalisi dan visi-misi pemerintahan yang akan digunakan ke depannya.

“Pada akhirnya, Prabowo yang mempertimbangkan mengenai catatan tiap orang. Kami tidak membahas mengenai Cawapres, semuanya diserahkan pada Capres. Kalau sudah diserahkan oleh capres, masih akan dibahas lagi”, terang Taufik.

Pengumuman Nama Cawapres

Muhammad Taufik yang juga merupakan Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta sebelumnya telah menjelaskan bahwa calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto akan diumumkan pada tanggal 6 Agustus 2018 nanti.

“Pada tanggal 6 nanti akan diumumkan (cawapres pendamping Prabowo). Hari Senin”, jelas Taufik saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada hari Kamis, 2 Agustus 2018 kemarin.

Dalam penyampaiannya tersebut, Taufik juga mengatakan bahwa pengumuman nama cawapres pendamping Prabowo akan dilakukan bersamaan dengan partai koalisi.

Taufik juga mengatakan bahwa sebelumnya, nama cawapres juga sudah dibahas pada tingkat sekretaris jenderal partai koalisi, pada hari Rabu, 1 Agustus 2018 malam kemarin. Pada pembahasan yang dilaksanakan Rabu malam tersebut, Sekjen Partai Gerindra, PAN, PKS, serta Partai Demokrat pertama kali mengadakan pertemuan yaitu dilaksanakan di sebuah rumah di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Fadli Zon yang merupakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, menyampaikan bahwa sampai saat ini telah ada tiga nama yang dibahas secara intensif untuk diajukan sebagai cawapres pendamping Prabowo Subianto. Ketiga nama tersebut yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang merupakan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Salim Segaf Al Jufri yang merupakan Ketua Majelis Syuro PKS, serta Ustadz Abdul Somad.

Pada kesempatan itu, Fadli menjelaskan bahwa AHY merupakan nama yang diusulkan dari Demokrat, sedangkan Salim diusulkan oleh PKS serta rekomendasi Ijtima atau pertemuan ulama, dan Abdul Somad juga merupakan nama hasil rekomendasi Ijtima ulama.

“Dari Demokrat itu (mengusulkan) Pak AHY.  Kemudian dari rekomendasi ijtima untuk cawapresnya ada Ustadz Salim Segaf dan Ustadz Abdul Somad. Berarti setidaknya sudah ada tiga nama”, terang Fadli ketika ditemui di kediaman Prabowo, Kebayoran Baru, Jakarta, pada hari Rabu, 1 Agustus 2018 kemarin. (Dikutip dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here