Jokowi Minta Pendukungnya untuk Siap ‘Bertarung’?

0
174

Jakarta, namalonews.com – Bertempat di Sentul International Convention Center (SICC), Sentul, Bogor, Jawa Barat,  Sabtu, ( 4/8/201118) presiden Jokowi  menghadiri rapat umum relawan Jokowi. Sejumlah menteri hadir. Di antaranya  Menteri  perindustrian yang sekaligus juga Ketua  Umum  Partai Golkar, Airlangga Hartarto; Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi; Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Hanif Dhakiri; dan Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin.

Rapat itu dihadiri oleh  ribuan relawan. Mereka berasal dari berbagai kantong relawan, seperti Projo, Golkar Jokowi, Sahabat Buruh Jokowi, Setnas Jokowi, Sedulur Jokowi, dan puluhan lainnya.

Sejumlah kelompok masyarakat yang menyatakan diri sebagai relawan   Jokowi hadir dan berpesan supaya para relawan tidak perlu mencari musuh dalam masa kampanye. Akan tetapi, juga siap jika harus terlibat baku hantam.

“Jangan membangun permusuhan, jangan membangun ujaran-ujaran kebencian, jangan membangun fitnah -fitnah. Tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang lain. Tapi, kalau berkumpul dan menggelar rapat umum di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dalam acara itu, Presiden diajak berantem juga berani,” kata Presiden Jokowi alam acara itu.

Seruan itu pun disambut riuh tepuk tangan dan teriakan puluhan ribu relawan yang hadir.

Perintah Presiden Jokowi dalam rapat umum dengan barisan relawan di  SICC tersebut terus menuai kritikan. Pernyataan Jokowi yang meminta barisan relawan pendukung tidak mencari musuh, tapi harus siap bila harus terlibat dalam perkelahian, menjadi penyebab mantan gubernur DKI Jakarta itu dikritik.

Wasekjen DPP Partai Demokrat, Andi Arief, bahkan menganggap Jokowi telah memberi anjuran untuk perang sipil kepada pendukungnya.

“Jokowi sebagai presiden di depan relawan secara eksplisit menganjurkan perang sipil. Saya sangat prihatin dengan anjuran itu,” ujarnya dalam akun Twitter @AndiArief_.

Sayangnya, tidak banyak media massa yang mengabadikan momen itu. Sebagian besar media massa dipaksa keluar ruangan sesaat sebelum Jokowi mengumandangkan seruan itu. Namun, tetap saja isi seruan Jokowi itu bocor ke luar dan jadi pembicaraan.

Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, mengonfirmasi seruan Jokowi tersebut. Budi mengatakan memang media massa sengaja diajak keluar karena seruan itu cukup sensitif.

“Pak Presiden hanya ingin sampaikan relawan siap berkelahi jika diajak berkelahi. Tapi jangan mengajak perkelahian. Tapi itu mungkin sensitif di depan awak media,” ucap Budi pada jumpa pers usai pidato Jokowi.

Budi juga menceritakan bahwa Jokowi sempat kaget karena para relawan semangat menyambut seruan itu.

“Bahkan Pak Jokowi ngomong ‘Kok kalian disuruh berkelahi kok malah senang?’ Kami jawab, ‘Karena kita semua petarung, Pak’,” lanjut dia.

Setelah berhenti sebentar, Jokowi melanjutkan.

“Jangan ngajak (berkelahi). Kalau diajak?” tanya dia ke arah relawan.

Merasa harus menjawab pertanyaan Jokowi, ribuan relawan yang hadir pun menjawab serempak: “Berantem!”

Pernyataan Jokowi dalam rapat raksasa itu menjadi bahan pembicaraan di kalangan politisi dan pemerhati politik. Tidak sedikit yang merasa pernyataan itu tidak pantas dan bernada provokasi walaupun dibungkus kalimat yang mengajak agar tidak membuat keributan.

Aktivis dan dosen Universitas Indonesia (UI), Rocky Gerung, termasuk yang berkomentar. Melalui akun Twitter @rockygerung, dia berujar pendek.

“Ooo, rupanya dia latihan tinju buat berkelahi.”

Komentar singkat Rocky Gerung itu pun, seperti biasa, dikomentari beragam oleh netizen lainnya. Ada yang memberikan dukungan. Tak sedikit pula yang mengecam Rocky Gerung.

Penulis : Sulis Sutrisna

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here