Nasdem Anggap Pertemuan Jokowi dan Prabowo Bisa Mencegah Perpecahan

0
76

Jakarta, namalonews.com – Johnny G. Plate yang merupakan Sekjen Partai Nasdem menyampaikan bahwa pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai Gerindra yakni Prabowo Subianto sebaiknya dilaksanakan menjelang penyelenggaraan Pemilihan Presiden tahun 2019 nanti.

Menurut Johnny, kedua tokoh nasional tersebut harus memperlihatkan adanya silaturahim dalam membangun demokrasi Indonesia ke depan. Hal ini dikarenakan, pada saat kontestasi untuk pemilihan presiden menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat, sehingga dengan memperlihatkan hubungan yang baik dalam persaingan politik, maka dapat meminimalisir perpecahan dalam masyarakat yang mendukung tokoh politik tersebut.

“Pada saat momentum politik seperti ini, menjadi perhatian sekitar 260 juta rakyat Indonesia. Jika ada komunikasi yang baik, ada silaturahim, maka itu akan memberikan kontribusi yang penting dan strategis bagaimana indonesia membangun demokrasinya ke depan”, terang Johnny setelah selesai menghadiri acara diskusi di kantor PARA Syndicate, Jakarta Selatan, pada Jumat, 3 Agustus 2018.

Johnny melanjutkan, di sisi lain, pertemuan antara Jokowi dengan Prabowo akan memberikan tanda kepada masyarakat bahwa pemilu yang ada di Indonesia lebih dari sekadar kontestasi politik, namun juga merupakan sebuah kegembiraan pesta demokrasi yang membutuhkan partisipasi dari seluruh kalangan masyarakat. Terlebih lagi, Jokowi dan Prabowo telah membangun komunikasi sejak lama, dan keduanya juga pernah berduel pada Pemilihan Presiden tahun 2014 yang lalu.

“Hubungan antara Pak Jokowi dengan Pak Prabowo sudah berlangsung lama, sudah dekat. Jadi, kita harapkan, bahwa pertemuan seperti itu bisa memberikan sinyal kepada masyarakat untuk menjemput pileg dan pilpres dengan kegembiraan sebagai pesta demokrasi”, lanjut Johnny.

Hasto Kristiyanto selaku Sekjen PDI-P turut menyampaikan bahwa para sekjen dari sembilan partai politik pendukung sempat memberikan rekomendasi agar Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan dengan calon penantangnya pada Pilpres 2019 nanti yakni Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Rekomendasi tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Presiden Jokowi dan para sekjen di Istana Presiden Bogor pada Selasa (31/7/2018) malam.

“Kemarin dalam pertemuan juga merekomendasikan ke Pak Jokowi, bahwa sekiranya untuk bertemu dengan Pak Prabowo,” ujar Hasto dalam sebuah diskusi di kantor PARA Syndicate, Jakarta Selatan, Jumat (3/8/2018).

Menurut Hasto, menjelang Pemilihan Presiden tahun 2019 ini diperlukan adanya dialog untuk membangun semangat gotong royong yang dilaksanakan antar tokoh nasional. Selain itu, juga dibutuhkan inisiatif yang lebih baik guna membangun suasana kontestasi agar bisa menjadi lebih sejuk.

Hasto pun turut mengingatkan bahwasannya siapa saja tokoh yang menjadi Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilihan Presiden thaun 2019 nanti merupakan hasil pilihan seluruh rakyat dan pastinya akan meberikan manfaat bagi bangsa dan negara.

“Pemilu itu hanya sebagai alat untuk mencari pemimpin, tapi siapa saja yang nanti terpilih, merupakan presiden dari seluruh rakyat Indonesia. Jadi, juga merupakan presiden bagi seluruh parpol di Indonesia”, terang Hasto.

Sebelumnya, Hasto juga menyampaikan empat poin dari hasil pertemuan para sekjen. Tiga poin tersebut di antaranya adalah formulasi tata pemerintahan yang lebih baik, kemudian langkah strategis seluruh partai pengusung mengenai penjabaran dari Nawacita jilid dua, serta pembahasan mengenai tim kampanye.

Sedangkan menurutnya, untuk poin keempat merupakan arahan-arahan khusus dari Presiden Jokowi yang berdasarkan permintaan Presiden Jokowi sendiri belum dapat disampaikan kepada publik.  Namun ke depannya, mengenai hasil pertemuan dengan para sekjen, akan dijabarkan lebih lanjut. (Dikutip dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here