Menanti Pasangan Jokowi dan Prabowo di Pilpres 2019 Mendatang

0
196

Jakarta, namalonews.com – Siapa pasangan yang akan mendampingi Jokowi di Pilpres 2019 yang akan datang masih misteri. Demikian halnya dengan Prabowo Subianto, masih gelap dan belum jelas. Mereka masih mengerucut pada beberapa nama. Belum diketahui pasti kapan keduanya akan mengumumkan cawapresnya.

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira mengatakn sejumlah alasan terkait belum juga Jokowi mengumumkan cawapresnya.  Salah satunya yaitu uji materi Undang-Undang Pemilu yang mengatur tentang masa jabatan presiden dan wakil presiden di Mahkamah Konstitusi.

Andreas juga mengungkapkan alasan lain yaitu masukan-masukan dari partai politik koalisi soal nama cawapres Jokowi, baik yang mengusung ketua umum parpolnya atau orang yang diunggulkan. Namun, Bagaimana pun lambatnya pengumuman nama cawapres Jokowi termasuk suatu hal yang biasa.

Hasto Kristiyanto  selaku Sekretaris Jenderal PDIP mengatakan, partai koalisi pendukung Joko Widodo atau Jokowi di Pilpres 2019 tidak ingin tergesa-gesa mendeklarasikan pasangan capres dan cawapres. Deklarasi akan dilaksanakan jelang pendaftaran ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Minggu (5/8/2018), Hasto mengatakan jika “Deklarasi terhadap pasangan capres-cawapres mau tidak mau itu bertempat di Jakarta. Karena itu dalam rangka pendaftaran ke KPU.

Selanjutnya yaitu deklarasi yang juga akan melibatkan berbagai macam  elemen masyarakat, juga dilaksanakan di beberapa provinsi.

Dia menuturkan, telah menyiapkan pilihan waktu kapan akan deklarasi dan mendaftarkan Jokowi dan cawapresnya sebagai peserta Pilpres 2019. Sedangkan lokasi dan hari tepatnya, Hasto belum mau mengungkap.

Dari kubu Prabowo, Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono memberi sinyal pihaknya akan lebih dulu mendaftar capres dan cawapres ke KPU. Dia memberikan sinyal, paling cepat Gerindra mendaftarkan bakal calon Presiden dan Wakil Presiden pada 6 Agustus 2018. Itupun jika persiapan Gerindra sudah matang.

Namun, Ferry tidak menyebut siapa cawapres yang akan mendampingi Prabowo nantinya. Hal serupa disampaikan Ketua DPD Gerindra DKI M Taufik. Dia menyatakan,  Gerindra akan mengumumkan cawapres pendamping Prabowo pada 6 Agustus 2018.

KPU juga telah membuka pendaftaran capres dan cawapres 2019 mulai 4 sampai dengan 10 Agustus mendatang.  Tapi, sampai hari Sabtu siang  kemarin juga belum ada satupun berkas pendaftaran bakal calon yang diterima KPU.

KPU sudah memprediksi, tidak akan ada bakal pasangan capres-cawapres yang mendaftar di hari pertama, karena satu hari sebelumnya tidak ada liaison officer (LO) partai politik yang menginformasikan kepada KPU.

Pada tanggal 8-10 Agustus, di hari ketiga atau keempat sebelum masa pendaftaran berakhir  diperkirakan untuk konsultasi dan pendaftaran berkas pencalonan bakal capres-cawapres.

Sesuai pantauan, tempat penerimaan berkas capres-cawapres yang ada di ruang rapat lantai 2 Gedung KPU RI masih sepi. Bahkan tidak ada petugas KPU RI yang berjaga. Tersedia 50 kursi di ruang rapat bagi pengurus partai politik yang mengantarkan bakal pasangan capres-cawapres ke KPU RI.

Kemudian pada halaman Gedung KPU RI di kawasan Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat  juga sudah ada tenda putih berukuran sekitar 20×40 meter dengan puluhan kursi untuk sejumlah 120 pendukung pasangan capres-cawapres.

Untuk menghadapi acara konferensi pers para pasangan calon, para petugas sudah terlihat mempersiapkan berbagai macam keperluan, diantarnya seperti membuat panggung dan juga menata perlengkpan yang akan digunakan.

Tak hanya memastikan pendaftaran capres-cawapres, KPU juga menetapkan tes kesehatan untuk bakal capres-cawapres Pilpres 2019 bakal berlangsung di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta. (Dikutip dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here