Politisi PDIP Charles Honoris : Pancasila Harus Jadi Penuntun Indonesia

0
241

Jakarta, namalonews.com – Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang bernama Charles Honoris berbicara mengenai masalah meningkatnya politik identitas dan juga intoleransi belakangan ini. Menurut Charles Honoris, semua pihak disitu harus bertanggung jawab di dalam mengatasi  berbagai macam persoalan tersebut.

“Pancasila harus terus kita pertahankan sebagai ideologi negara. Pancasila harus jadi bintang penuntun bagi Indonesia Raya,” kata anggota Komisi I DPR ini, melalui keterangan tertulis, pada hari Minggu, 5 Agustus 2018 kemarin.

Dan pada kesempatan tersebut, anggota DPR yang usianya baru 34 tahun ini mengajak kepada semua para hadirin untuk bisa berefleksi sejenak bahwa tanpa Pancasila, yang dicetuskan Bung Karno pada 1 Juni 1945, negara kita  Indonesia tidak akan bisa maju seperti yang kita jalani sekarang ini.

Charles pun juga mengatakn jika Pancasila yang telah dicetuskan Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945 membuat Indonesia tidak terpecah belah. “Ideologi Pancasila telah menyatukan dan merekatkan rakyat Indonesia dari beragam latar belakang,” jelsanya.

Anggota DPR usianya baru 34 tahun ini menyatakan jika negara Pancasila juga memberikan kesempatan kepadanya beserta anak bangsa lain untuk sama-sama bergotong-royong kerja bersama mewujudkan cita-cita Trisakti Bung Karno.

Diantaranya yaitu berdaulat secara politik. Kemudian juga beridikari secara ekonomi serta berkepribadian pada bidang budaya.

“Ideologi Pancasila telah menyatukan dan merekatkan rakyat Indonesia dari beragam latar bekalang. Negara Pancasila juga yang memberi kesempatan saya dan anak bangsa lain untuk sama-sama bergotong royong kerja bersama mewujudkan cita-cita Trisakti Bung Karno yang kemudian disambut  dengan tepuk tangan oleh para hadirin.

Charles Honoris  juga mengatakan, jika meningkatnya politik identitas dan intoleransi di akhir-akhirini adalah tanggung jawab semua anak bangsa untuk bisa terus menjaga kebhinekaan.

Charles Honoris menyampaikan  tentang pentingnya Pancasila itu saat dirinya meraih penghargaan ‘Ten Outstanding Young Persons (TOYP) 2018’ dari Junior Chamber International (JCI).

Yang mana Junior Chamber International (JCI) merupakan suatu organisasi non-profit dan juga organisasi non-pemerintah yang terafilisasi dengan PBB dan juga memiliki jaringan yag ada di 124 negara, termasuk  juga negara Indonesia ini.

Politisi PDI Perjuangan Charles Honoris  sangat merasa bangga ketika dirinya meraih penghargaan ‘Ten Outstanding Young Persons (TOYP) 2018’.

Dalam penyerahan penghargaan di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Sabtu (5/8/2018) malam, Charles memenangi  dalam kategori ‘Political, Legal, and/or Governmental Affairs’.

Ten Outstanding Young Persons TOYP 2018 adalah suatu penghargaan yang diberikan untuk 10 anak muda Indonesia berusia 18 sampai dengan 40 tahun, yang meraih pencapaian gemilang dalam sejumlah bidang.

Mendapat penghargaan ‘Ten Outstanding Young Persons (TOYP) 2018’ dari Junior Chamber International (JCI)tersebut, Charles Honoris menyampaikan apresiasi dan juga mengucapkan banyak rasa beterima kasih kepada banyak pihak yang mendukung kariernya yang ada di dunia politik selama ini.

Selain Charles, 9 anak muda Indonesia lain yang juga meraih penghargaan ‘Ten Outstanding Young Persons (TOYP) 2018’ dari Junior Chamber International (JCI), yakni Nadiem Makarim (Scientific and/or Technological Development), Inayah Wahid (Moral and/or Enviromental Leadership),.

Selain itu, da juga Rina Sa’adah (Cultural Achievement), Michael Ginarto (Business, Economic and/or Entrepreneurial Accomplishment), Merry Riana (Academic Leadership and/or Accomplishment).

Michelle Christina (Contribution to Children, World Peace and/or Human Rights) dan juga Abraham Sridjaja (Humanitarian and/or Voluntary Leadership) juga ikut mendapatkan penghargaan tersebut.

Selanjutnya ada Kevin Raharjo (Personal improvement and/or Accomplishment) dan Gede Yuda Sugiarta (Medical Innovation). (Dikutip dari berbagai sumber)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here