18 Ekor Ikan Aligator asal Pangandaran Dimusnahkan

0
422
Foto : Info Pendidikan dan Biologi

Jakarta, namalonews.com – Sebanyak18 ekor dari 20 ikan alligator (arapaima gigas) hasil sitaan dari masyarakat Kabupaten Pangandaran akhirnya dimusnahkan pihak Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu (SKIPM) Cirebon, Jawa Barat, Rabu (8/8/2018). . Sementara sisa dua ekor aligator lainnya saat ini dipamerkan di acara Festival Ikan yang berlangsung di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Agar tak terkesan atau dipandang negatif, pemusnahan ikan jumbo berbahaya ini dilakukan secara bertahap. Aligator tersebut terlebih dahulu disimpan ke dalam boks berisi es batu. Jadi tidak langsung dieksekusi mati dengan cara dipotong.

Pemusnahan hewan buas ini bertujuan menekan populasinya. Sebab kalau dibiarkan dipelihara dikhawatirkan lepas ke perairan Indonesia lalu merusak ekosistem dan populasi ikan lokal.

Sebanyak 20 ekor Ikan buaya ini merupakan peliharaan warga yang diserahkan secara sukarela sejak 1 Juli sampai 31 Juli 2018. Ikan tersebut kemudian dikumpulkan dan ditampung di posko penyerahan ikan berbahaya invasif di Kantor Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKPKP) Kabupaten Pangandaran.

Berdasarkan UU 31/2004, UU 45/2009 dan Permen Kelautan dan Perikanan 41/2014, warga yang memelihara ikan berbahaya dan invasif terancam hukuman pidana. Setelah tanggal 31 Juli ditemukan masih ada masyarakat yang kedapatan memelihara ikan berbahaya dan invasif, akan ditindak tegas. Diproses hukum dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar bagi pemeliharaan, dan kalau ada yang sengaja melepas ke alam akan diganjar pidana 10 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar.

Arapaima gigas merupakan ikan predator penghuni sungai Amazon tersebut beberapa waktu lalu ramai diperbincangkan warganet Jawa Timur khususnya, pasca pelepasan belasan ekor ikan oleh seorang kolektor di Sungai Brantas Mojokerto.

Ikan yang memiliki ukuran tubuh sangat besar tersebut membuat gempar masyarkat setelah menteri perikanan dengan tegas meminta agar ikan ini ditangkap kembali dan dimusnahkan. Ikan berbahaya itu dilarang hidup bebas di perairan Indonesia sebab dinilai dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.

Penulis : Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here