Jelas: PAN Tidak Dukung Jokowi

0
180

Jakarta, namalonews.com – Kalau selama ini Partai Amanat Nasional (PAN) berdiri dengan dua kaki pada dasar pijakan yang berbeda, maka kini sudah jelas. Sebelumnya, satu kaki PAN berada pada posisi mendukung pemerintahan  pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), sedangkan satu kakinya berada pada posisi berseberangan dengan pemerintah, terutama  dalam hal tidak mendukung kebijakan pemerintah untuk beberapa isu krusial.

PAN mendukung pemerintah dengan  menempatkan kadernya pada anggota Kabinet Kerja pimpinan Jokowi, yakni Asman Abnur yang menjabat sebagai Menteri Penertiban Aparatur Negara dan Reformsi Birokrasi. Sementara itu, Sutrrisno Bachir menjabat sebagai ketua  Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) yang langsung di bawah pimpinan  Jokowi.

Kebijakan PAN yang berseberangan dengan kebijakan Presiden Jokowi misalnya tentang  Perppu No.2/2017 tentang Organisasi. Kalau semua partai koalisi pendukung pemerintah menyetujui perpu terebut, maka PAN menolaknya.

Setelah sekian lama ditunggu sikap PAN terkait pilpres 2019, maka sudah jelaslah kini  sikap PAN.  Kini, PAN jelas-jelas tidak mendukung Jokowi dua periode menjadi presiden.

Hal itu dipastikan oleh Ketua DPP , Yandri Susanto. Yandri  memastikan bahwa  partainya tidak akan berkoalisi dengan poros Jokowi pada Pilpres 2019.

Kepastian Yandri  tersebut diutarakannya menanggapi pertemuan Ketum PAN, Zulkifli , dengan Jokowi di Istana Negara, Selasa sore (7/8/2018). Menurut Yandri, pada pertemuan empat mata  tersebut Zulkifli hanya menyampaikan kemungkinan PAN tidak akan mendukung Jokowi di Pilpres 2019.

“Ya mungkin Bang Zul, kalaupun menyampaikan itu, menyiapkan peta di PAN ya, karena besok lusa ada Rakernas pasti mengambil keputusan. Keputusan itu bisa jadi tidak bersama-sama Pak Jokowi, mungkin Bang Zul akan menyampaikan itu juga,” kata Yandri di  gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Lebih lanjut, Yandri mengungkapkan bahwa koalisi PAN lebih condong untuk merapat kepada Partai Gerindra. Walaupun begitu bukan tanpa syarat. Ada syaratnya, yakni  cawapres yang akan mendampingi Prabowo Subianto harus dari luar partai koalisi  partai politik pendukungnya.

“Peta sudah jelas ya, kita insyaallah ke Pak Prabowo kalau dari peta yang ada. Akan tetapi,  sekali lagi ada syaratnya, yaitu kita tetap mendorong Bang Zul, kalau tidak itu, kita tetap minta ke Pak Prabowo tidak ngambil partai lain,” tambah Yandri.

Yandri mengakui bahwa di internal PAN  menginginkan Ustadz Abdul Somad (UAS) sebagaimana rekomendasi Ijtimak Ulama baru-baru ini untuk maju sebagai cawapres Prabowo.

“Saya yakin kalau UAS (Ustad Abdul Somad) mau, partai-partai yang lain bisa menerima. Itu sebagai jalan tengah,” tambahnya.

Ustadz Abul Somad adalah seorang pendakwah agama Islam yang videonya banyak menyebar di media sosial dan  sudah populer di seluruh penjuru Indonesia Namanya semakin melejit setelah direkomendasikan oleh para ulama sebagai salah satu cawapres Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here