Hakim Tolak Pengajuan Praperadilan Status Tersangka Luna Maya dan Cut Tari

0
44
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Permohonan praperadilan yang diajukan oleh Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) terkait status hukum Luna Maya dan Cut Tari telah diputuskan oleh hakim. Pada hari Selasa, 7 Agustus 2018, Hakim Florenssani Susanti memutuskan untuk menolak permohonan.

“Mengadili dalam eksepsi. Menolak eksepsi pemohon. Satu dalam perkara menyatakan permohonan praperadilan dari pemohon, tidak dapat diterima. Membebankan biaya perkara kepada pemohon sebesar nihil. Demikian diputuskan pada hari Selasa tanggal 7 Agustus 2018”, kata Hakim Florenssani di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada hari Selasa, 7 Agustus 2018.

Seperti yang diketahui LP3HI mengajukan permohonan praperadilan kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait dengan status hukum Luna Maya dan Cut Tari yang masih ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus video mesum yang melibatkan keduanya pada tahun 2010 silam.

Permohonan tersebut diajukan dengan Kepala Kepolisian Republik Indonesia sebagai termohon satu, serta Jaksa Agung sebagai termohon dua.

“Permohonan kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk memutus memerintahkan para termohon untuk merehabilitasi nama baik Cut Tari Aminah Anasya binti Joeransyah M dan Luna Maya Sugeng”, seperti inilah bunyi salah satu permohonan praperadilan dari LP3HI tersebut.

Selain itu, pihak LP3HI juga memohon melalui pengajuan praperadilan untuk menghapuskan status tersangka yang sampai saat ini masih disandang oleh Cut Tari dan Luna.

Sampai dengan saat ini, baik pihak dari Luna Maya maupun pihak dari Cut Tari, belum memberikan tanggapan terkait dengan permohonan praperadilan yang ditolak oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan itu.

Ariel Beri Tanggapan Terkait Hasil Praperadilan Status Tersangka Luna Maya dan Cut Tari

Vokalis Nazril Irham atau Ariel NOAH enggan memberikan banyak tanggapan terkait dengan hasil praperadilan terhadap status tersangka Cut Tari dan Luna Maya dalam kasus video mesum yang diajukan oleh pihak LP3HI.

“Itu mah sudah proses saja, saya ga (memberi komentar)”, kata Ariel ketika ditemui di Rutan Kebonwaru Bandung, pada hari Senin, 6 Agustus 2018.

Ariel juga berharap bahwa proses tersebut bisa segera diselesaikan.

“Semoga saja cepat beres,” imbuh vokalis band NOAH itu. ‎

Seperti yang diketahui, kasus video porno pada tahun 2010 bersama Luna Maya dan Cut Tari pada tahun 2010 yang lalu harus memaksa Ariel untuk berurusan dengan hukum. Dalam kasus tersebut, Ariel mendapatkan vonis hukuman 3,5 tahun penjara, dan harus mendekam di Rutan Kebonwaru.

Pada saat terjerat kasus video porno tersebut, Ariel tengah berada di puncak karirnya bersama dengan band musik pop Peterpan.

Pada hari Senin sore, 6 Agustus 2018 yang lalu, Ariel mengunjungi Rutan Kelas I Kebonwaru Bandung dengan mengendarai sepeda motor besar dan mengenakan jaket berwarna hijau. Petugas Rutan Kebonwaru memberikan sambutan dan memberikan tanda pengenal kepada Ariel sebagai pengunjung.

Setelah sekitar tiga jam berada di Rutan Kebonwaru, Ariel akhirnya keluar dari rutan pada saat menjelang Maghrib. Ia mengaku kedatangannya ke rutan tersebut hanya untuk berkunjung.

“Kebetulan pas di Bandung, jadi mampir ke sini sekaligus melihat situasi dan kondisi rutan, terutama ruangan pembinaan kerja. Dulu saya sempat kerja sama bikin stik drum di sini, lalu dijual ke luar”, terang Ariel.

Ariel mengaku pada kunjungannya ke Rutan Kebonwaru membuat dirinya pangling. Pasalnya saat ini, menurut Ariel, Rutan Kebonwaru sudah banyak dilakukan pembangunan, sehingga yang dulunya masih tanah-tanah kosong, saat ini telah digunakan untuk berdirinya bangunan baru.

(Dikutip dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here