Klaim Jokowi, Pemilihan Cawapresnya Libatkan KPK, Jubir KPK: Belum Ada. Mana yang Jujur?

0
190
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) mempunyai tugas: Koordinasi dengan instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi. Supervisi terhadap instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi. Melakukan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi.

KPK mengaku bahwa  hingga saat ini belum dimintai oleh Presiden  Jokowi untuk melakukan pengecekan latar belakang terhadap calon wakil presidennya. Hal itu  merupakan tanggapan atas klaim Presiden Jokowi   bahwa pencawapresaannya sudah melibatkan KPK.

Sebagaimana diketahui bahwa  pada Rabu (8/8/2018) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jokowi mengklaim semua cawapresnya sudah diminta agar dilakukan pengecekan latar belakang oleh lembaga antirasuah itu (maksudnya KPK). Tujuannya, agar calon wakil presiden yang dipilih memiliki rekam jejak yang bagus dan tidak ada kasus korupsi.

“Melibatkan (KPK),” ujar Jokowi di Istana pada Rabu kemarin.

Namun, setelah dicek ke KPK, permintaan itu justru belum masuk. Juru bicara KPK, Febri Diansyah memastikan permintaan itu belum ada.

“Saya sudah memastikan di alur persuratan,  itu tidak ada permintaan background check dengan nama-nama cawapres tersebut. Sejauh ini, belum ada informasi itu,” ujar Febri, di gedung KPK, Jakarta, Rabu malam (8/8/2018)

Kalau pun ada nama-nama cawapres yang beredar, itu sudah menjadi konsumsi publik. Akan tetapi, sejauh ini belum ada permintaan penelusuran latar belakang seperti yang disebut Jokowi.

Sebagaimana layaknya, pengajuan permintaan latar belakang penyelenggara negara ke KPK harus menggunakan surat resmi.

Menurut Febri, semua permintaan pengecekan latar belakang penyelenggara negara ke KPK, harus dilengkapi dengan surat resmi. Ia mengaku tidak tahu kalau ada permintaan secara tidak resmi ke lembaga antirasuah tersebut.

“Karena, kalau ada permintaan terkait tugas dan kewenangan KPK akan diajukan secara formal,” kata mantan aktivis antikorupsi tersebut.

Kendati hingga saat ini belum ada permintaan untuk dilakukan penelusuran latar belakang cawapres Jokowi, tetapi KPK tetap berharap proses penyaringan cawapres mengedepankan unsur integritas. Dengan begitu, komitmen untuk memberantas korupsi pun dipastikan juga kuat.

“Harapannya, tentu proses penyaringan melihat dimensi integritas tersebut,” kata Febri lagi.

Atas kesimpungsiuran pencawapresan Jokowi  yang sudah melibatkan KPK – di satu pihak, dan   belum adanya permintaan background check terhadap KPK dengan nama-nama cawapres –  di pihak lain, tidak bisa disalahkan jika masyarakat bertanya-tanya.  Boleh jadi masyarakat bertanya-tanya dengan pertnyaan berikut ini.

“Mana yang benar? Mana yang lebih jujur?”

Sementara itu, berkaitan dengan cawapresnya, Jokowi belum mau mengungkapkan siapa sosok cawapresnya. Ia meminta wartawan untuk sabar menunggu sampai satu-dua hari ke depan.

Jokowi memastikan bahwa ia dan cawapresnya akan mendaftarkan diri ke KPU pada besok atau lusa, sebelum pendaftaran pasangan capres dan wapres ditutup.

“Sabar sedikit,” kata dia.

Jokowi hanya memberi bocoran bahwa cawapresnya berinisial M.

Ada sejumlah kandidat berinisial M yang masuk bursa seperti Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, mantan Panglima TNI Moeldoko, Ketua Majelis Ma’ruf Amin, dan Wapres Muhammad Jusuf Kalla.

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here