DKI Akan Libatkan Ahli Guna Hitung Kerugian Rehabilitasi 119 Sekolah

0
72
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Terkait dengan proyek sejumlah 119 sekolah yang terindikasi korupsi, pihak Inspektorat DKI Jakarta akan melakukan penghitungan untuk mengetahui besarnya kerugian yang dialami. Dalam penghitungan kerugian tersebut, Inspektorat DKI Jakarta akan melibatkan ahli.

“Kalau dibutuhkan ahli, kami akan pakai ahli. Ahli yang bisa menyatakan (besaran kerugian)”, jelas Michael Rolandi selaku Inspektur DKI Jakarta ketika ditemui di Balai Kota, pada hari Selasa, 7 Agustus 2018.

Michael menjelaskan, bahwa ahli yang akan diundang oleh pihaknya adalah ahli dalam bidang dengan konstruksi. Ahli tersebut dibutuhkan dalam menilai sejauh mana hasil pembangunan melenceng dari rencana anggaran biaya (RAB) yang telah disusun dalam perencanaan pembangunan.

“Ada perbedaan antara yang dibawa berita acara dengan yang terpasang. Tapi untuk meyakinkan kualitas, volume, kekuatan dan sebagainya, kami butuh ahli. Nanti kami bisa pakai ahli”, imbuh Michael.

Inspektur DKI Jakarta tersebut juga menyampaikan bahwa sampai saat ini, sudah ada 85 dari 119 sekolah yang diaudit, untuk dijadikan sampel dalam penyelidikan. Angka kerugian dari hasil audit itu, menurut Michael, akan digunakan sebagai bahan oleh pihaknya untuk memberikan sanksi kepada kontraktor maupun pengawas pembangunan.

Polda Metro Jaya juga masih melakukan penyelidikan terkait dengna dugaan korupsi dalam proyek rehabilitasi berat terhadap 119 sekolah dari tingkat SD, SMP, sampai dengan SMA itu. Dalam hal ini, rehabilitasi berat yang dimaksudkan adalah perbaikan sekolah pada bagian plafon, kusen, pagar, dan sebagainya.

Proyek rehabilitasi sekolah tersebut menggunakan APBD tahun2017 yang telah dianggarkan oleh Suku Dinas Pendidikan masing-masing wilayah di DKI Jakarta. Besar jumlah anggaran untuk rehabilitasi berat seluruh sekolah itu mencapai Rp 191 miliar.

KPK Bantu Pihak Kepolisian Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Rehabilitasi Sekolah

Kombes Adi Deriyan yang merupakan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menyampaikan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Republik Indonesia akan membantu proses penyelidikan dugaan korupsi dalam proyek rehabilitasi sekolah di DKI Jakarta.

“Jadi, rehabilitasi sekolah itu ada KPK sudah datang. Ada inspektorat kemarin datang. Mereka datang ke Krimsus. Mereka melakukan rapat dengan penyidik kami. Dan mereka intinya akan memberikan asistensi, bantuan di dalam penangan itu”, kata Kombes Adi ketika ditemui di Mapolda Metro Jaya, pada hari Senin, 30 Juli 2018 yang lalu.

Kombes Adi menyampaikan bahwa pada pekan lalu, pihak Polda Metro Jaya telah menerima surat dari KPK yang memberikan penawaran kepada Polda Metro Jaya untuk memberikan bantuan terkait dengan asistensi kasus rehabilitasi ini.

“Ada surat permohonan kepada kami, dan kami antusias sekali ketika mereka membuat surat itu”, terang Kombes Adi.

Ia juga mengatakan bahwa proses penyelidikan pada dasarnya ditangani oleh pihak kepolisian, sedangangkan KPK dan inspektorat DKI berperan sebagai tim pendukung proses penyidikan.

“Jadi yang tangani polisi. KPK dan inspektorat sebagai tim pendukung”, terang Kombes Adi.

Asistensi dalam penyelidikan ini, menurut Kombes Adi, nantinya akan dilakukan oleh bidang Koordinasi dan Supervisi (Korsup) KPK DKI. Kombes Adi menambahkan, bahwa saat ini, penanganan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.

Kombes Adi juga menyampaikan bahwa setelah semua pihak  yang berkaitan dengan proyek rehabilitasi berat sekolah yang terindikasi kasus korupsi ini, barulah akan digelar perkara guna menentukan apakah kasus ini layak dinaikkan menjadi tahap penyidikan atau tidak.

(Dikutip dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here