Hotman Paris Anggap Praperadilan Dapat Rugikan Luna Maya dan Cut Tari

0
64
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Hotman Paris pengacara sekaligus mantan kuasa hukum dari presenter Cut Tari, memiliki anggapan bahwa permohonan praperadilan terhadap status tersangka yang saat ini masih disandang oleh Cut Tari dan Luna Maya justru dapat merugikan keduanya. Menurut Hotman, tindakan yang dilakukan oleh Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI), justru akan mengorek luka lama.

“Malah, (pengajuan praperadilan) ini merugikan Cut Tari dan Luna Maya, jadi mengingatkan orang terhadap luka masa lalu. Membuka luka lama”, terang Hotman ketika dihubungi oleh wartawan melalui saluran telepon, pada hari Rabu, 8 Agustus 2018.

Walaupun tindakan dari LP3HI berniat untuk membantu keduanya agar kasus mereka tidak menggantung selama sekian tahun lagi, pengajuan praperadilan itu menurut Hotman justru akan menjadi counter productive atau tidaklah menguntungkan bagi pihak yang bersangkutan.

Hotman menjelaskan, bahwa kemungkinan hal ini justru bisa memberikan dampak buruk pada citra Luna Maya dan Cut Tari. Citra buruk tersebut dapat muncul karena kasus mereka beberapa tahun lalu kembali diungkit dan dibuka oleh publik.

“Bukannya menolong, malah counter productive”, kata Hotman.

Ia juga menjelaskan bahwa kerugian tidak hanya bagi Luna Maya dan Cut Tari, akan tetapi, pasangan beserta keluarganya juga bisa mendapatkan dampak negatif dari hal tersebut.

“Ini sangat tidak bagus kepada pasangan mereka (Luna Maya dan Cut Tari) sekarang, dan juga keluarganya”, imbuh Hotman.

Meskipun menurutnya dalam perkara praperadilan nanti Luna Maya dan Cut Tari tidak diikutkan, hal tersebut justru akan merugikan nama baik mereka.

“Dalam perkara praperadilan, kan mereka (Luna dan Tari) tidak diikutkan. Yang diikutkan penyidik. Malah ini merugikan nama baik mereka”, ujar Hotman.

Selain itu, sebagai seorang pengacara yang pernah menjadi kuasa hukum Cut Tari dalam menangani kasus tersebut, Hotman berpendapat bahwa tidak ada alasan yang mendesak sehingga permohonan praperadilan itu perlu diajukan kepada Pengadilan Negeri.

Di samping itu, Hotman Paris beranggapan bahwa kasus tersebut tidak ada kaitannya dengan kepentingan publik, melainkan hanya permasalahan pribadi.

“Kekuatan hukumnya keliru, karena ga ada itu di KUHP, bahwa praperadilan meminta pengadilan menghentikan penyidikan”, terang Hotman.

Hotman juga menjelaskan bahwa saat ini, masih banyak kasus hukum dari orang-orang yang membutuhkan keadilan, yang jauh lebih penting dibela oleh LP3HI daripada kasus Luna Maya dan Cut Tari tersebut.

“Sementara ada ratusan orang meminta keadilan, ketidakadilan di mana-mana, banyak yang butuh bantuan hukum”, jelas Hotman.

Ia menambahkan, saat ini Cut Tari juga sudah tidak lagi menunjuknya sebagai kuasa hukum maupun mencari pendampingan hukum. Hal ini dikarenak kasus yang menyeret Cut Tari delapan tahun yang lalu sudah dianggap selesai setelah Majelis Hakim memvonis Ariel “NOAH”.

Sebelumnya, beberapa hari yang lalu Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah memutuskan untuk menolak permohonan praperadilan yang diajukan oleh LP3HI. Permohonan praperadilan tersebut terkait dengan status tersangka atas Luna Maya dan Cut Tari dalam kasus video porno yang melibatkan keduanya pada tahun 2010 silam.

Keputusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tersebut disampaikan langsung oleh Hakim Ketua, Florenssani Susanti. Ia membacakan Keputusan Majelis Hakim yang menyatakan bahwasannya Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tidak memiliki kewenangan secara hukum untuk menyetujui penghentian penyidikan terhadap kasus Luna Maya dan Cut Tari.

Keputusan tersebut juga menyatakan bahwa perkara ini bukan objek praperadilan dan secara tegas menyatakan bahwa permohonan dari LP3HI tidak dapat diterima. (Agus Yanto/Viwi Yusya/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here