Ma’ruf Amin, Sosok Cawapres Pilihan Jokowi di Pilpres 2019

0
77
Foto : Tribunnews.com

Jakarta, namalonews.com – Jokowi baru saja mengumumkan sosok cawapres pendapingnya di Pilpres 2019. Pilihannya ternyata jatuh kepada Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Ma’ruf Amin.

“Beliau pernah duduk di legislatif, mulai sebagai anggota DPRD, DPR RI, MPR RI,” tutur Jokowi saat pengumuman di Restoran Plataran Menteng, Jl HOS Cokroaminoto No 42, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018).

Disarikan dari berbagai sumber, KH Ma’ruf Amin lahir di Tangerang pada 11 Maret 1943. Sebelum jadi Ketum MUI, Ma’ruf punya pengalaman panjang di bidang legislatif hingga jadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ma’ruf pernah duduk di DPRD DKI dalam Fraksi Golongan Islam dan Fraksi PPP. Sebagai politikus Kebon Sirih, Ma’ruf pernah menjabat sebagai pimpinan di Komisi A. Setelah reformasi, bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan jabatan Ketua Dewan Syuro yang pertama. Dia lalu jadi anggota MPR RI lewat PKB. Di DPR, Ma’ruf pernah menjabat sebagai Ketua Komisi VI.

Kemudian pada 2007, Ma’ruf dipilih menjadi anggota Wantimpres dan terpilih lagi di periode kedua Presiden SBY. Dia didapuk menjadi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) sejak 2015.

Di era Jokowi, Ma’ruf Amin ditunjuk sebagai anggota Dewan Pengarah UKP Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) pada 2017. UKP PIP kini menjadi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, yang setingkat kementerian.

Di sisi lain, keberhasilan Ma’ruf dalam dunia politik tidak lepas dari jaringan yang dimilikinya di berbagai organisasi masyarakat dan keagamaan. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Ansor Jakarta untuk 1964-1966.

Kemudian dalam waktu yang bersamaan, Ma’ruf  juga menjabat sebagai Ketua Front Pemuda selama 1964-1967 dan Ketua NU Jakarta pada 1966-1970. Selanjutnya, ia memangku amanah sebagai Wakil Ketua Wilayah NU Jakarta pada 1968-1976.

Adapun organisasi lain yang pernah diikuti Ma’ruf Amin adalah sebagai berikut;

  • Anggota Koordinator Da’wah (Kodi), Jakarta (1970-1972)
  • Anggota Bazis (Badan amil zakat, infaq, dan shadaqah), Jakarta (1971-1977)
  • Anggota Pengurus Lembaga Da’wah PBNU, Jakarta (1977-1989)
  • Ketua Umum Yayasan Syekh Nawawi Al Bantani (1987)
  • Katib Aam Syuriah PBNU (1989-1994)
  • Anggota MUI Pusat (1990)
  • Rois Syuriah PBNU (1994-1998)
  • Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat (1996)
  • Ketua Dewan Syariah Nasional (DSN) (1996)
  • Mustasyar PBNU (1998)
  • Anggota Komite Ahli Pengembangan Bank Syariah Bank Indonesia (1999)
  • Ketua Komisi Fatwa MUI (2001-2007)
  • Mustasyar PKB (2002-2007)
  • Ketua Harian Dewan Syariah Nasional MUI (2004-2010)
  • Ketua MUI (2007-2010) .

Penulis : Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here