Masa Penahanan Kalapas Sukamiskin dan Ajudannya Diperpanjang oleh KPK

0
113
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Masa penahanan terhadap dua tersangka dalam kasus dugaan penerimaan suap untuk pemberian fasilitas, perizinan dan lainnya di Lapas Sukamiskin diperpanjang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kedua tersangka tersebut yakni Wahid Husen yang merupakan Kepala Lapas Sukamiskin, serta seorang ajudannya yakni Hendry Saputra. Adapun untuk perpanjangan masa penahanan kedua tersangka tersebut adalah penambahan selama 40 hari.

“Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan selama 40 hari. Dimulai 10 Agustus 2018, sampai dengan 18 September 2018 untuk 2 tersangka tindak pidana korupsi suap kepada penyelenggara negara, terkait dengan pemberian fasilitas, pemberian perizinan ataupun pemberian lainnya di LP Kelas 1 Sukamiskin”, jelas Febri melalui keterangan tertulisnya pada hari Selasa, 7 Agustus 2018.

Kepala Lapas Wahid Husen, dalam kasus tersebut, diduga telah menerima suap dari terpidana Fahmi Darmawansyah. Penyuapan oleh Fahmi kepada Wahid Husen diduga digunakan agar Fahmi bisa diberikan fasilitas dan kemudahan yang seharusnya tidak bisa diperoleh oleh seorang narapidana di dalam tahanan. Tim KPK juga memiliki dugaan bahwa dalam melakukan penyuapan kepada Wahid Husen tersebut, Fahmi dibantu oleh Hendry Saputra dan Andri Rahmat.

Hendry merupakan staf dari Kalapas Sukamiskin, sedangkan Andi adalah narapidana kasus pidana umum yang memiliki status tahanan pendamping. Suap yang diberikan oleh Fahmi antara lain adalah dua unit mobil dan sejumlah uang.

Pada operasi tangkap tangan, tim KPK berhasil menyita dua unit mobil, yakni Mitsubishi Triton Exceed warna hitam dan Mitsubishi Pajero Sport Dakkar warna hitam. Selain itu, sejumlah uang yang berhasil disita adalah Rp 279.920.000,- dan 1.410 dollar Amerika Serikat.

Hasil Sidak di Lapas Sukamiskin: Rp 112 juta dan Fasilitas Mewah

Sebelumnya, pada akhir bulan Juli yang lalu, yakni hari Minggu, 22 Juli 2018, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM telah melakukan sidak di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Inspeksi mendadak tersebut dilakukan dari pukul 19.00 sampai dengan 23.00 WIB dan berhasil menyita sejumlah fasilitas mewah dari tahanan sejumlah narapidana.

Dari hasil sidak tersebut, barang-barang yang disita oleh tim antara lain adalah uang tunai, televisi, kulkas, kompor, microwave, panci, telepon genggam, sampai dengan pendingin ruangan.

Dirjen PAS Kemenkumham, Sri Puguh Budi Utami menyampaikan bahwa barang-barang yang disita oleh tim dalam sidak tersebut akan didata terlebih dahulu yang kemudian nantinya akan dikembalikan kepada pihak keluarga dari narapidana yang bersangkutan. Apabila dari pihak keluarga tidak ada yang mengambilnya, maka barang sitaan tersebut akan dimusnahkan.

Selain itu, dari seluruh kamar yang disidak, tim berhasil menyita uang tunai dengan total Rp 112 juta. Sri Puguh mengatakan bahwa uang yang disita oleh tim sidak tersebut sudah didata siapa saja pemiliknya dan berapa totalnya. Uang hasil sitaan ini kemudian juga akan dikembalikan kepada pihak keluarga.

Terkait dengan adanya dugaan peredaran uang dalam Lapas Sukamiskin, Sri Puguh mengatakan bahwa seharusnya hal tersebut tidak dapat terjadi. Sebab, seharusnya uang tunai yang dimiliki oleh narapidana harus terlebih dahulu dicatat dan disimpan di Register D.

Baru ketika narapidana membutuhkan uang tersebut, narapidana bisa menghubungi petugas Lapas. Sri Puguh mengatakan bahwa makanan yang diberikan oleh Lapas untuk narapidana hanya standar nasi, lauk, dan buah, dengan nilai 15 ribu untuk makan tiga kali, sehingga kemungkinan narapidana bisa mencari makanan tambahan atau membeli kebutuhan lainnya. terlebih lagi di dalam Lapas sudah disediakan koperasi yang menyediakan makanan dan kebutuhan sehari-hari bagi narapidana.

(Dikutip dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here