Presiden PKS Mengatakan Jika Poros Ketiga Bisa Saja Terbentuk

0
198
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Tiga hari menjelang berakhirnya masa pendaftaran pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), dari  tiap – tiap partai masih terus gencar didalam melakukan manuver politik.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap menginginkan hasil dari rekomendasi Ijtima Ulama dan rapat dewan syuro sebagai prasyarat berkoalisi dengan Prabowo di pemilihan presiden (pilpres) 2019 yang akan datang. Jika hal itu tak dilakukan, PKS akan membuka peluang membentuk poros ketiga.

Sohibul Iman  selaku Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengatakan poros ketiga pasangan capres-cawapres mungkin saja terbentuk jelang pendaftaran Pilpres 2019 yang akan datang.

Dia juga menambahkan jika ada parpol pendukung Joko Widodo yang merasa kecewa atas pilihan cawapres dan juga memutuskan keluar dari koalisi.

Selasa, 7 Agustus 2018 kemarin Sohibul Iman mengatakan”Poros ketiga sangat memungkinkan terjadi, sekarang-sekarang ini atau setelah Jokowi membuat keputusan cawapres, mungkin ada yang kecewa, itu bisa saja kan,” saat di kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Sebelumnya PKS baru saja selesai menggelar sidang Majelis Syuro PKS pada Selasa (7/8). Dalam sidang Majelis Syuro PKS tersebut, dihasilkan tiga keputusan.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra yang bernama Ahmad Muzani sudah meyakini jika nantinya  akan ada titik temu untuk mengakomodir keinginan PKS dalam koalisi Prabowo. Hal itu disampaikan Muzani usai mendengar hasil keputusan rapat Majelis Syuro PKS, Selasa (7/8) malam.

Kemudian Sohibul Iman juga mengatakan poros ketiga mungkin saja terbentuk jika Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan siap untuk membentuk poros ketiga.

Sohibul juga melanjutkan jika, poros ketiga bisa muncul setelah para capres menentukan sosok cawapres pendampingnya. Sedangkan untuk kubu Prabowo, PKS dan PAN meminta cawapres diisi oleh Ustadz Abdul Somad.

Dirinya pun juga mengatakan peluang poros ketiga sangat besar dikarenakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto belum juga memutuskan cawapres dari PKS.

Apalagi, nama Ketua Mejelis Syuro PKS, Salim Segaf dan juga Ustad Abdul Somad yang direkomendasikan Ijtima ulama GNPF tidak segera dipilih oleh Prabowo.

Sohibul juga melanjutkan, untuk saat ini partainya juga masih terus berkomunikasi dengan PKB.

“Kami komunikasi dengan semua partai dan PKB,” imbuhnya.

Selain itu, kubu Jokowi juga belum menentukan sosok cawapres. Tidak tertutup kemungkinan, ada partai kubu Jokowi yang merasa kecewa setelah penunjukkan sosok cawapres.  Terlebih PKB mendorong Cak Imin untuk dijadikan sebagai cawapres Jokowi.

Sedangkan untuk gabungan sejumlah  partai yang bisa membentuk poros ketiga, antara lain yakni dari PKS, PAN dan juga PKB.

Apalagi, sosok yang didorong ketiga partai ini karena tak masuk sebagai cawapres dari kubu Prabowo ataupun Jokowi.

Dia juga menambahkan “Itu sangat memungkinkan, tapi hitungan hari ini yang mungkin koalisi poros ketiga tinggal PKS, PAN dan kalau mau PKB. Tapi PKB posisinya masih ada di dalam pemerintahan.

Walaupun demikian, ia tak menampik bilamana poros ketiga ini akan terbentuk secara normatif. Dimana bisa terjadi ataupun tidak terjadi.

Dijelaskan lagi “Jadi terkait poros ketiga secara normatif bisa saja terjadi tapi realitas politikan akan mengantarkannya terjadi atau tidak terjadi.

Tak hanya itu, Sohibul juga mengatakan jika PKS memiliki hubungan baik dengan PKB. Komunikasi politik tetap dijalin, walaupun kedua partai berada pada kubu yang berbeda dalam koalisi Pilpres 2019.

“Oh iya, ada. semua kan, partai kita komunikasikan. Jadi kami komunikasi dengan PKB,” lanjutnya.

(Dikutip dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here