Sandiaga Uno: Saya Masih Bertugas Jadi Wagub

0
25
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Sandiaga Uno yang merupakan Wakil Gubernur DKI Jakarta menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini dirinya masih menjabat sebagai wakil gubernur. Hal tersebut disampaikannya untuk menanggapi adanya isu pengunduran dirinya sebagai wakil gubernur DKI Jakarta.

“Saya belum bisa memberikan komentar juga. Kalau mengundurkan diri, hari ini saya masih bertugas. Jadi, sampai per detik ini, saya masih bertugas”, terang Sandiaga ketika ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, pada hari Kamis, 9 Agustus 2018.

Akhir-akhir ini, Sandiaga tengah diisukan bahwa dirinya akan mengundurkan diri sebagai wakil gubernur DKI untuk maju menjadi calon wakil presiden. Ketika Sandiaga kembali ditanya terkait dnegna rencana untuk pengundurkan dirinya, Sandiaga tidak memberikan sebuah jawaban yang tegas.

“Sampai pukul 09.59, belum,” kata Sandiaga.

Sandiaga pun menunjukkan atribut yang dikenakannya pada saat itu, di mana dia mengenakan atribut kepegawaian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketika ditanya terkait dengan surat pengunduran diri, Sandiaga juga menjelaskan bahwa dirinya belum membuat surat pengunduran diri. Ia juga berharap agar masyarakat tidak berspekulasi karena saat ini dirinya masih menjalankan tugasnya sebagai wakil gubernur DKI Jakarta.

“Belum ada surat pengunduran diri ataupun belum ada surat yang lagi didraft. Jadi, kita ga usah berspekluasi. Saya tugas di DKI”, terang Sandiaga di depan media.

Dengan demikian, Sandiaga menjelaskan bahwa dirinya belum mempersiapkan surat pengunduran diri dan sampai hari ini, masih tetap menjalankan tugasnya di Pemprov DKI.

“Sampai hari ini belum ada rencana untuk mengirim surat, didraft saja belum,” lanjut Sandiaga.

Sebelumnya, telah diketahui bahwa nama Sandiaga Uno yang posisinya masih resmi menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta, turut dipertimbangkan menjadi kandidat calon wakil presiden yang akan mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden yang akan dilaksanakan pada tahun 2019 mendatang.

Nama Sandiaga Uno secara otomatis disandingkan dengan sejumlah nama kandidat yang sebelumnya sudah terlebih dahulu disebut-sebut akan menjadi calon wakil presiden pendamping Prabowo, seperti  Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Salim Segaf Al Jufri yang merupakan Ketua Majelis Syuro PKS, Ustadz Abdul Somad, serta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Orang yang pertama kali mengungkapkan nama Sandiaga Uno sebagai salah satu kandidat calon wakil presiden pendamping Prabowo adalah Ketua Umum Partai Gerindra sendiri, Fadli Zon.

“Ya, masih wacana ya, ada yang usul”, kata Fadli Zon ketika ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari Selasa, 7 Agustus 2018 yang lalu.

Dalam kesempatan itu, Fadli enggan memberitahukan siapa pihak yang mengusulkan nama Sandiaga sebagai kandidat pendamping Prabowo. Yang jelas, Fadli mengatakan, usulan tersebut bukan berasal dari internal Partai Gerindra, melainkan dari pihak luar atau eksternal.

Tidak lepas dari santernya isu nama Sandiaga Uno sebagai kandidat calon wakil presiden pendamping Prabowo, pengamat politik turut memberikan tanggapan terkait dengan informasi tersebut. Salah satunya adalah pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yakni Syamsuddin Haris.

Syamsuddin Haris berpendapat bahwa duet antara Prabowo Subianto dengan Sandiaga Uno dalam Pemilihan Presiden tahun 2019 mendatang, dapat berpotensi merusak koalisi di antara Partai Gerindra, Partai Demokrat, PKS, dan PAN.

Menurutnya, Sandiaga memiliki elektabilitas yang masih rendah apabila dibandingkan dengan calon-calon lain yang telah diusulkan oleh masing-masing partai politik koalisi. (Agus Yanto/Viwi Yusya/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here