Sekjen Gerindra Sebut Calon Pasangan Prabowo Tinggal AHY atau Sandiaga

0
43
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Ahmad Muzani selaku Sekjen Partai Gerindra memberikan penjelasan bahwa saat ini, kandidat calon wakil presiden pendamping ketua umumnya, Prabowo Subianto, yang tersisa hanya ada dua nama. Adapun dua nama dari kandidat calon wakil presiden pendamping Prabowo tersebut adalah politisi Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, serta kader Partai Gerindra yang juga Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.

“Sampai dengan pagi tadi, ada dua nama, Pak AHY dengan Pak Sandi ya”, jelas Ahmad ketika ditemui di kediaman Prabowo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada hari Rabu, 8 Agustus 2018 kemarin.

Ahmad Juga mengatakan bahwa dua kandidat cawapres tersebut masih terus dibahas bersama dengan partai-partai yang berencana mengusung Prabowo sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang, seperti Partai Demokrat, PKS, dan PAN.

Oleh karena itu, sepanjang hari Rabu, 8 Agustus 2018, menurut Ahmad, Partai Gerindra terus melakukan pertemuan dan pembahasan dengan pimpinan dari partai-partai tersebut. Sedangakan untuk hasil dari pertemuan dan pembahasan para pemimpin partai pengusung Prabowo akan segera disampaikannya.

“Jadi, dikonsultasikan dari pagi sampai malam. Hasilnya ya, malam ini mau kami putuskan”, kata Ahmad Muzani.

Sebelumnya, diinformasikan bahwa Fadli Zon yang merupakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra mengatakan bahwa Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, telah dimasukkan dalam kandidat calon wakil presiden pendamping Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto untuk maju di Pemilihan Presiden tahun 2019 mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh Fadli ketika dimintai keterangan oleh para wartawan terkait dengan beredarnya informasi bahwa nama Sandiaga masuk dalam kandidat cawapres Prabowo.

“Masih wacana ya, ada yang usul”, terang Fadli Zon saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari Selasa, 7 Agustus 2018 yang lalu.

Fadli menjelaskan, bahwa masuknya nama Sandiaga sebagai salah satu kandidat cawapres Prabowo bukan diusulkan oleh Partai Gerindra, melainkan berdasarkan usulan dari pihak eksternal. Namun, Fadli enggan mengungkapkan pihak yang mengusung nama Sandiaga sebagai kandidat cawapres pendamping Prabowo tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Fadli juga mengatakan bahwa pihak yang merekomendasikan Sandiaga sebagai cawapres pasangan Prabowo dapat berasal dari partai yang telah lama menjalin komunikasi dengan Partai Gerindra secara intensif atau dari kelompok tertentu.

“Saya kira dari luar ya”, kata Fadli Zon.

Tanggapan Sandiaga Uno Terkait Kabar Dirinya sebagai Kandidat Cawapres Pendamping Prabowo

Ketika ditanya terkait dengan informasi yang mengatakan bahwa dirinya masuk sebagai salah satu kandidat cawapres pendamping Prabowo Subianto, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno hanya tersenyum dan tertawa kepada para wartawan.

Sandiaga enggan memberikan jawaban karena dirinya mengaku sudah tidak beradad di dalam tim pemenangan, sehinga menurutnya ia tidak memiliki kapasitas untuk memberikan pernyataan politik.

“Saya sudah mundur sebagai tim pemenangan. Sesuai PKPU, saya tidak dalam kapasitas membuat statement politik”, terang Sandiaga ketika ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, pada hari Selasa 7 Agustus 2018 yang lalu.

Ketika para wartawan kembali mencoba mendesak Sandiaga untuk memberikan tanggapan pribadinya, Sandiaga kembali hanya tersenyum dan tersipu malu dan tidak memberikan tanggapan sedikit pun.

Sementara itu, dari pihak PKS telah mengajukan dua nama kandidat cawapres pasangan Prabowo dan tetap dengan kukuh mengusung dua kandidat tersebut, yakni Salim Segaf dan Ustadz Abdul Somad. Sedangkan dari pihak Partai Demokrat, telah mengusung nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sementara PAN masih menunggu hasil Rakernas. (Agus Yanto/Viwi Yusya/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here