Terkait Pasangan Cawapres, Prabowo Pertimbangakan Partai yang Soliditas Koalisi

0
107
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Ahmad Muzani selaku Sekjen Partai Gerindra menyampaikan bahwa Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra memiliki pandangan khusus dalam memilih cawapres yang akan menjadi pasangannya di Pemilihan Presiden 2019 nanti. Ahmad mengatakan bahwa Prabowo memilih cawapres pasangannya berdasarkan soliditas partai calon mitra koalisi, sehingga penentuannya memakan waktu yang cukup lama.

“Pertimbangan pertama adalah, bagaimana soliditas koalisi bisa tetap bertahan. Itulah yang mau kita hargai dari proses itu, sehingga memerlukan waktu yang lebih lama. Harus lebih sabar”, terang Ahmad ketika ditemui di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada hari Senin, 6 Agustus 2018.

Sekjen Partai Gerindra ini juga menyampaikan bahwa terdapat partai yang selama ini telah berjuang bersama dengan Partai Gerindra dan menunjukkan soliditasnya, yakni PKS. Selain itu juga ada PAN dan Partai Demokrat yang pada akhir-akhir ini memberikan sinyal bahwa mereka akan berkoalisi dengan Partai Gerindra pada pelaksanaan Pemilihan Presiden tahun depan.

“Saya kira, jerih payah yang panjang itu harus dihargai. Demikian juga dengan PAN, kemudian dengan Demokrat, ada ketulusan”, kata Ahmad Murzani.

Terkait dengan hasil rekomendasi dalam pertemuan para tokoh dan ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Ahmad mengatakan bahwa sampai saat ini Prabowo masih belum memberikan tanggapan.

Sebelumnya, sejumlah ulama dan tokoh GNPF, telah memberikan rekomendasi dengan Prabowo Subianto sebagai calon presiden, dan Salim Segaf Al Jufri selaku Ketua Majelis Syuro PKS atau Ustadz Abdul Somad sebagai calon wakil presiden pasangan Prabowo.

Namun, Ahmad mengatakan, hasil rekomendasi dari para ulama dan tokoh GNPF itu masih memerlukan pembahasan bersama dengan partai calon mitra koalisi dan mengakomodasikan seluruh kepentingan yang ada.

“Pak Prabowo masih juga harus berkonsultasi dengan sejumlah partai. Karena sekali lagi, Partai Gerindra harus berkoalisi dengan beberapa partai yang ada”, terang Ahmad.

Pada hari Senin malam, 6 Agustus 2018, Prabowo melakukan pertemuan dengan sejumlah ulama dan tokoh GNPF di kediaman pribadinya yang terletak di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.

Masksud dari pertemuan itu adalah untuk memberikan kejelasan kepada para ulama dan tokoh GNPF terkait dengan hasil pembicaraan Partai Gerindra dengan partai calon mitra koalisi atas rekomendasi dari para ulama dan tokoh GNPF tersebut.

Dalam pertemuan GNPF itu, sejumlah tokoh dan pimpinan GNPF ulama turut hadir, yakni Muhammad Al Khaththath selaku Sekretaris Jenderal GNPF Ulama, Yusuf Muhammad Martak selaku Ketua Umum GNPF Ulama, Abdul Rasyid Abdullah Syafii yang merupakan Ketua SC ijtima ulama, serta Ustadz Idrus Sambo.

Pada saat setelah pertemuan usai dilaksanakan, Al Khaththath yang merupakan Sekjen GNPF Ulama enggan memberikan keterangan kepada media yang telah menunggu di depan pintu gerbang terkait dengan hasil pertemuannya bersama dengan Prabowo dan tokoh GNPF ulama. Al Khaththah hanya menyampaikan bahwa pertemuan yang dilaksanakan di kediaman Prabowo tersebut hanya merupakan acara silaturahim biasa. Kemudian dengan menumpangi mobil sedan Nissan Teana berarna putih, Al Khaththath meninggalkan kediaman Prabowo Subianto.

Sementara itu, dari pihak Partai Gerindra, yang menghadiri acara pertemuan dengan tokoh GNPF Ulama adalah Ahmad Murzani Sekjen Partai Gerindra, beserta Fuad Bawazir yang merupakan anggota Dewan Pembina Partai Gerindra dan M. Taufik, yakni Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi DKI Jakarta.

Selain itu, hadir pula dari pimpinan Partai PAN, yaitu Amien Rais selaku Ketua Dewan Kehormatan PAN serta Yandri Susanto, selaku Ketua DPP PAN.

(Dikutip dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here