Sandiaga Uno Akan Mundur Dari Gubernur DKI dan Partai Gerindra

0
394
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Sandiaga Uno yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta telah digandeng untuk dijadikan sebagai calon wakil Presiden dari tiga partai, antara lain Gerindra, PKS, dan juga PAN.

Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Gerindra yang saat ini sudah menjadi calon presiden di Pilpres 2019 mendatang telah mengatakan jika Sandiaga Uno adalah pilihan yang paling tepat.

Pada hari Kamis kemarin, di Jalan Kertanegara nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Prabowo Subianto menjelaskan jika Sandiaga Uno memang pilihan yang paling mumpuni dari calon wapres yang ada saat ini.

Prabowo juga menjelaskan jika Sandiaga mau meninggalkan jabatan politiknya yang mana dirinya sedang menjadi Wakil Gubernur Jakarta, hal tersebut dikorbankannya hanya untuk menjadi Cawapres pendamping Prabowo.

Dirinya bahkan sudah rela untuk mengakhiri jabatannya sebagai orang nomor dua di Jakarta. Tak hanya itu saja, Sandiaga Uno juga mengundurkan diri dari keanggotaan partai Gerindra.

Setelah diputuskannya menjadi calon wakil presiden 2019 mendatang yang akan berpasangan dengan Prabowo Subianto, Sandiaga Uno akan mengundurkan diri menjadi Wakil Gubernur DKI dan Partai Gerindra.

Hal tersebut juga dijelaskan oleh Prabowo Subianto ketika acara jumpa pers bersama di di Kertanegara, Jakarta, di depan kediaman Prabowo Subianto, Kamis (9/8/2018) malam.

Prabowo juga mengatakan bahwa calon wakilnya yang digandeng tersebut juga banyak berkorban. Antara lain Sandiaga rela keluar dari jabatan wakil gubernur yang sudah beliau rebut dengan susah payah selama bertahun-tahun melalui berbagai kampanye.

Bahkan Sandiaga juga rela keluar dari jabatannya itu hanya untuk kebaikan negara dan bangsa. Untuk pasangan Prabowo-Sandiaga Uno itu telah disepakati dan juga diputuskan oleh 3 parpol pendukung.

Parpol pendukung Prabowo – Sandiaga Uno antara lain yakni Gerindra, PAN, dan PKS.

Selain Sandiaga Uno , Prabowo Subianto juga menjelaskan jika PAN beserta PKS juga juga banyak pengorbanan demi mengusung pasangan calon yang akan maju di Pilpres 2019 mendatang. Walau kadernya tidak terpilih, PAN dan PKS rela mendukung pasangan tersebut.

Dirinya juga mengatakan jika PAN sangatlah legowo walaupun keputusan partai, mereka menginginkan (Cawapres). Mereka mengutamakan kepentingan rakyat dan umat selain kepentingan pribadinya.

Sandiaga Uno juga mengeluarkan diri dari Partai Gerindra agar bisa maju untuk menjadi calon wakil presiden yang akan berpasangan dengan Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Prabowo juga mengatakan bahwa dirinya sempat meminta Sandiaga Uno agar keluar dari kader Gerindra supaya dapat diterima oleh dua parpol lain, diantaranya PAN dan PKS.

Apabila Sandiaga masih berada Gerindra, maka capres-cawapres sama-sama berasal dari Partai Gerindra. Dia rela keluar meskipun sudah lama berkarir di partai tersebut.

Kemundurannya Sandiaga Uno dari Partai Gerindra itu dilakukan tujuannya agar dirinya bisa diterima sebagai calon independen di Pilpres 2019 yang akan datang.

Disisi lain, Partai Demokrat tidak ikut serta pada deklarasi pasangan Prabowo-Sandiaga dengan partai Gerindra, PKS, serta PAN.  Hal ini disebabkan karena Demokrat tidak setuju jika Sandiaga dijadikan sebagai cawapres Prabowo. Sebab Demokrat ingin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang berada pada posisi itu.

Dan untuk sekarang ini, Partai Demokrat adalah satu-satunya partai yang belum menentukan sikap resmi pada Pilpres 2019.  Joko Widodo-Ma’ruf Amin juga telah mendapat dukungan dari jumlah 9 parpol. Sedangkan untuk waktu pendaftaran Pilpres 2019 paling akhir yaitu saat ini yaitu pada tanggal 10 Agustus 2018. (Gus Anto/Viwi Yusya/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here