Ditemani El dan Dul, Ahmad Dhani Jalani Sidang

0
129
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Musisi sekaligus penyanyi, Ahmad Dhani, menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan ditemani dua putranya, yakni El Rumi dan Dul Jaelani. Sidang tersebut merupakan sidang lanjutan yang beragendakan memperdengarkan keterangan dari dua saksi ahli.

Kedua saksi ahli yang turut dihadirkan dalam persidangan oleh jaksa penuntut umum atau JPU adalah ahli pidana serta ahli ITE.

“Hari ini, pemeriksaan dua ahli dari JPU, ahlinya pidana dan ITE”, terang  Ali Lubis selaku kuasa hukum Dhani ketika ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Pada pukul 14.45 WIB, Dhani tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan bersama dengan El dan Dul. Ia nampak mengenakan jas hitam, serta mengenakan blangkon yang ia kenakan selama menjalani sidang kasusnya.

Ketika berada di dalam ruang sidang, terlihat di belakang Dhani yaitu tim kuasa hukum, yang dikomandai oleh Hendarsam Marantoko. Terlihat pula dua anak Dhani, El Rumi dan Dul Jaelani, yang menemani ayahnya dalam menghadiri persidangan. Selain itu, terdapat Ratna Sarumpaet yang juga ikut hadir dalam persidangan Dhani.

Sesampainya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, mereka segera menuju ruang sidang utama. Sebelum hakim dan jaksa tiba dan sambil menunggu sidang digelar, Dhani beserta rombongan tampak masih berbincang-bincang dan berfoto bersama di ruang sidang utama tersebut.

Dalam sidang tersebut, jaksa telah menghadirkan sejumlah saksi pelapor beserta fakta dalam persidangan, yakni Retno Hendri Astuti, Natalia Dwi Lestari, Jack Lapian, Syawal, Suryopratomo Bimo, Memet Indrawan, Danick Danoko, Wardoyo, dan Togar Harahap.

Selain itu, saksi Ahli Pidana Effendy Saragih beserta Saji Purwanto yang merupakan saksi ahli ITE Digital Forensik juga dihadirkan oleh jaksa dalam persidangan tersebut.

Kasus yang dipersidangkan ini berawal dari kicauan Dhani dalam akun Twitter pribadinya yakni @AHMADDHANIPRAST. Kicauan Dhani dalam akun twitter tersebut dianggap telah menghasut dan penuh ujaran kebencian terhadap pendukung Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama.

Kemudian pada akhirnya, oleh Jack Lapian yang merupakan pendiri BTP Networks, Dhani dilaporkan kepada pihak berwajib atas tuduhan ujaran kebencian di media sosial, yakni Twitter.

Dalam rentang waktu Februari hingga Maret 2017, mantan suami Maia Estianty ini dianggap telah menuliskan dan memposting pernyataan yang bersifat sarkastis pada akun Twitternya, @AHMADDHANIPRAST.

Sebelumnya, saksi ahli, Setyo Untoro yang berprofesi sebagai ahli bahasa Indonesia telah menyebutkan bahwa satu dari tiga pernyataan Dhani di akun twitter Ahmad Dhani mengandung makna yang negatif.

Siapa saja yang dukung Penista Agama, adalah Bajingan, yang perlu di ludahi mukanya“, tulis Dhani dalam satu postingannya. Pernyataan ini merupakan twit Dhani yang kedua dari rangkaian twitnya yang dilaporkan telah mengujar kebencian.

“Kalau menurut saya, yang negatif itu kata Bajingan. Kalau Siapa saja yg dukung Penista Agama, itu bisa ke siapa saja, itu kata umpatan”, terang Setyo.

Setyo lebih lanjut menerangkan, bahwa penggunaan huruf kapital pada kata depan menunjukkan bahwa adanya kepastian ditujukan untuk orang atau golongan tertentu.

“Dalam kaidah ejaan, sepanjang yang saya ingat, kapital menunjukkan kata definite. B besar ditulis  untuk maksud tertentu”, terang ahli bahasa Indonesia ini.

Setyo adalah saksi ahli pertama yang dihadirkan oleh jaksa dalam persidangan kasus Ahmad Dhani. Dari keterangan yang disampaikannya, Setyo menjelaskan bahwa salah satu pernyataan yang disampaikan Dhani melalui twitnya mengandung maksud yang negatif. (Gus Anto/Viwi Yusya/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here