PAN, Partai Pendukung Jokowi Malah Dukung Capres-Cawapres Oposisi, Kadernya Siap Reshuffle

0
100
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dalam jumpa pers di Istana Negara, Rabu (02/09/2015).

“Saya sangat menghargai bergabungnya PAN dengan pemerintah, dan saya mengajak semua pihak untuk menjadikan peritiwa ini sebagai momentum untuk memperkuat kebangsaan dan semangat persatuan,” kata Presiden Joko Widodo.

Sementara itu, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengatakan bahwa dukungan pihaknya pada pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla tidak dilatari kepentingan untuk mendapatkan jabatan kursi menteri di pemerintahan.

“Kita sama sekali tidak membicarakan soal apakah kabinet dan seterusnya,” kata Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Namun, pada pemilu presiden 2019 kali ini, PAN tidak mendukung calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dari kubu petahana, Jokowi dan Ma’ruf Amin.

“Saya bisa menjamin, tidak mungkin PAN dukung Pak Jokowi-lah ya,” kata Amien di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Amien sudah memastikan arah dukungan PAN ke Prabowo. Maka head to head Jokowi vs Prabowo bakal terjadi lagi di Pilpres 2019, layaknya pertarungan ulang dari Pilpres 2014 lalu. Sekalian, dia juga menutup kemungkinan bagi PAN untuk memperkuat poros ketiga, poros di luar Jokowi atau Prabowo.

“Tidak akan pernah ada poros ketiga. No way! Poros ketiga itu hanya untuk membuat ramai saja, pasti head to head. Menurut saya, akhirnya Pak Jokowi menghadapi Pak Prabowo, rematch (tanding ulang),” kata Amien.

Akibat dari sikap politiknya yang tidak mendukung capres Jokowi dan malah mendukung capres Prabowo, maka Keputusan PAN itu berimbas terhadap kadernya yang ada di Kabinet Kerja.

Salah satu kader PAN, Asman Abnur, yang duduk di Kabinet kerja pimpinan Presiden Jokowi, sebagai Menteri Penertiban Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, siap-siap dicopot (di-reshuffle).

“Kemungkinan besar iya, ada reshuffle (terhadap Asman). Secepatnya. Karena ada dinamika dalam politik perkoalisian. Ya, ini konsekuensilah. Tapi, nanti Pak Presiden yang akan memutuskan, kita tunggu saja,” ujar Menteri Sekretaris Negara Pratikno di kantornya, Selasa (14/8/2018).

Pratikno membuat pernyataan seperti itu sebagai respons permintaan sejumlah partai pendukung dan pengusung Jokowi-Ma’ruf Amin. Partai koalisi pendukung pencapresan Jokowi minta agar menteri dari PAN itu dicopot.

Pratikno menambahkan bahwa sebenarnya Presiden Jokowi sangat puas terhadap kinerja Asman dalam mengelola birokrasi. Namun demikian, tambah Pratikno, situasi politik jelang Pilpres 2019 mengharuskan hal yang berbeda.

“Pak Asman sudah ada pada posisi yang tepat sekali karena beliau ada background entrepreuner kemudian bisa membenahi birokrasi agar lebih melayani,” pungkas Pratikno.

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here