Cerita Mahfud Gagal Jadi Cawapres: Saat Deklarasi Dibonceng Jokowi Naik Motor

0
274
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Kegagalan anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), yang juga mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, menjadi cawapres Jokowi menyisakan cerita yang menarik. Menarik untuk diperhatikan.

Mahfud mengetahui bahwa dirinya akan menjadi cawapres Jokowi dari agenda pendeklarasian Jokowi sebagai capres untuk pemilu 2019. Agenda pendeklarasian Capres-cawapres Jokowi itu sudah ia kantongi.

Karena sudah mengantongi agenda pendeklarasian capres-cawapres Jokowi tersebut, maka ia bisa bercerita tentang hal itu. Ia menyampaikan cerita yang ia alami itu secara lugas.

Secara terperinci Mahfud menceritakan agenda yang akan dijalankan saat deklarasi cawapres.

Menurut Mahfud, rencananya jika ia terpilih menjadi cawapres Jokowi, Jokowi akan membonceng Mahfud naik motor. Mahfud mengetahui agenda tersebut ketika memenuhi  undangan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, pada Rabu 8 Agustus 2018.

“Pratikno bilang Pak Mahfud besok akan diumumkan sudah diputuskan, dan sudah disiapkan upacaranya, nanti berangkat dari Gedung Joeang Pak Mahfud naik sepeda motor bersama Pak Jokowi,” kata Mahfud saat acara Indonesia Lawyers Club yang disiarkan langsung TV One, Selasa (14/8/2018).

Lebih lanjut, Mahfud menjelaskan bahwa dirinya sempat mengusulkan agar Jokowi dan dirinya membawa motor masing-masing. Dengan demikian, Jokowi tidak perlu repot membonceng dirinya.

Pada kesempatan yang sama, maksudnya pada acara yang menyedot berjuta-juta penduduk Indonesia di TV One terebut, Koordinator Staf Khusus Presiden, Teten Masduki, menjelaskan bahwa hal tersebut tidak elok.

“Pak Teten nanti nggak bagus. Nanti Pak Mahfud belok ke ke kiri, Pak Jokowi ke kanan dipotret sama wartawan jelek pak,” ujar Mahfud meniru jawaban Teten.

Bukan saja pada acara deklarasi cawapres. Mahfud pun diminta oleh ajudan presiden untuk datang ke Istana. Mahfud diminta ke Istana untuk mengukur baju. Baju itu nantinya akan dikenakan saat pendeklarasian capres-cawapres Jokowi.

Namun demikian, pada saat itu Mahfud menolak. Mahfud hanya ingin mengenakan baju yang dimiliki sendiri karena waktu deklarasi sudah mepet.

Namun demikian, pada akhirnya pada Kamis (9/8/2018) Jokowi memilih Ma’ruf Amin, ketua MUI dan Rais Am NU, sebagai cawapresnya.

Keputusan Jokowi tersebut, menurut Mahfud sangat mendadak. Hal itu membuatnya kaget. Walau demikian, ia mengaku tidak kecewa dengan keputusan Jokowi memilih Ketua Umum MUI Itu.

“Habis itu saya diburu wartawan, dan saya katakan saya tidak sakit hati. Karena keperluan negara ini jauh lebih penting dengan sekadar nama Mahfud MD, Ma’ruf Amin, dan sebagainya,” ujar Mahfud.

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here