Hasil Sidang Dhawiya Dituntut 2 Tahun Rehabilitasi

0
192
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Pada hari Selasa, 14 Agustus 2018, presenter sekaligus putri dari Ratu Dangdut Elvy Sukaesih, Dhawiya Zaida, dituntut dengan dua tahun masa rehabilitasi narkoba oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Saat ini, Dhawiya menjadi terdakwa atas kasus dugaan penyalahgunaan obat-obatan terlarang setelah ditangkap dalam suatu operasi tangkap tangan yang dilaksanakan di rumahnya yang terletak di kawasan Cawang, Jakarta Timur, pada hari Jumat, 16 Februari 2018 yang lalu.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa, Dhawiya binti Zaidun Zeidh selama 2 tahun pidana. Pidana tersebut, dijalani di Rumah Sakit Ketergantungan Obat, RSKO Cibubur, Jakarta Timur”, terang Jaksa Lena membacakan tuntutan bagi Dhawiya.

Jaksa Penuntut Umum, menilai bahwa Dhawiya terbukti bersalah, yakni dengan melakukan tindak pidana Narkotika golongan 1, bagi diri sendiri. Terkait dengan tindak pidana tersebut, Jaksa Penuntut Umum menuntut Dhawiya atas Pasal 127, Ayat 1, huruf a, Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Jaksa Lena melanjutkan, hukuman 2 tahun masa rehabilitasi Dhawiya kemudian dikurangi masa penahanan yang telah dijalani oleh Dhawiya.

“(Tuntutan 2 tahun rehabilitasi itu) dikurangi selama masa penahanan, yang telah dijalani oleh terdakwa”, terang Jaksa Lena lebih lanjut.

Dalam persidangan tersebut, Jaksa Lena juga menjelaskan apa saja barang bukti yang dirampas dan akan dimusnahkan oleh pihak berwajib.

“Barang bukti sebuah dompet silver merk Mango, yang berisi narkotika jenis sabu, dengan berat 0,49 gram, dua buah alat hisap sabu, dan barang bukti lainnya. Seluruhnya dirampas untuk dimusnahkan”, tambah Jaksa Lena.

Sementara itu, Dhawiya juga dinyatakan bebas dari dugaan tindak pidana untuk Pasal 112 tentang memiliki narkotika lebih dari 5 gram serta Pasal 114 mengenai pengedar narkotika.

Hal ini dikarenakan tidak ada barang bukti yang berhasil dirampas dan disita oleh pihak kepolisian, yang mendukung tindak pidana tersebut.

Polisi hanya menyita sabu seberat 0,45 dari dalam dompet silver milik Dhawiya, 0,38 gram sabu dari kekasih Dhawiya, yakni Muhammad, serta 0,49 gram sabu dari kakak laki-laki serta ipar Dhawiya.

“Pasal 114 dan 112 tidak terpenuhi, dan tidak terbukti. Maka, harus dibebaskan atas dakwaan primer”, terang Jaksa Lena di ruang sidang.

Sedangkan, untuk kekasihnya, Muhammad, juga dikenakan tuntutan yang sama dengan Dhawiya, yakni 2 tahun masa rehabilitasi dikurangi masa penahanannya.

Dhawiya Merasa Gugup Menjalani Sidang Tuntutannya

Dalam persidangan yang memutuskan tuntutan atas kasus penyalahgunaan narkotika yang menjerat dirinya itu, Dhawiya mengaku merasa gugup.

Hal tersebut disampaikannya melalui kuasa hukumnya, Reyno Yohannes Romein ketika mendampingi Dhawiya menjalani sidang tuntutannya.

“Yaa, namanya menjelang tuntutan. Gugup sama tegang, wajar”, terang kuasa hukum Dhawiya.

Selain itu, Reyno juga menjelaskan bahwa kliennya dalam keadaan yang sehat dan tidak mengeluhkan apa pun. Reyno kemudian meminta doa dari masyarakat agar sidang tuntutan Dhawiya diberikan kelancaran tanpa suatu halangan apapun.

Sementara itu, ditemui secara terpisah, Dhawiya yang tiba di PN Jakarta Timur dengan menumpangi mobil tahanan Rutan Pondok Bambu, menyampaikan bahwa dirinya baik-baik saja.

“Alhamdulillah, bismillah saja. Amiiin, insyaallah, doain yaa”, ucap Dhawiya yang duduk di samping sopir sambil tersenyum kepada sejumlah awak media yang menghampirinya.

Sebelumnya, dalam sebuah operasi tangkap tangan yang dilaksanakan di rumahnya pada bulan Februari yang lalu, Dhawiya ditangkap bersama dengan kekasihnya Muhammad, iparnya Chauri Gita, serta kakak lelakinya Syehan. (Gus Anto/Viwi Yusya/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here