Tak Ingin Membebani Presiden, Asman Abnur Ingin Mundur dari Kabinet

0
139
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Asman Abnur yang merupakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, menyampaikan bahwa dirinya telah menemui Pratikno selaku Menteri Sekretaris Negara, pada hari Selasa, 14 Agustus 2018 pagi. Kepada Pratikno, ia menyampaikan keinginannya untuk mundur dari kabinet.

Langkah tersebut, dijelaskan oleh Asman, dipilihnya karena Partai Amanat Nasional atau PAN, akhirnya mengusung pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Sandiaga Uno di Pemilu Presiden tahun 2019 mendatang.

“Tadi pagi saya menghadap Pak Pratikno, ingin menyampaikan kegalauan saya. Kan saya ini menteri dari PAN, sementara PAN tidak mendukung Pak Jokowi”, jelas Asman kepada awak media, ketika ditemui padah hari Selasa, 14 agustus 2018.

Asman menjelaskan bahwa dirinya tidak mau sampai menjadi beban Presiden Joko Widodo dan memohon apabila diizinkan untuk mundur dari jabatannya.

“Tentu saya harus berpikir, jangan sampai saya jadi beban pemerintah, beban Pak Presiden. Kalau diperkenankan, saya mohon, kalau bisa diizinkan untuk mundur (dari Kabinet)”, terang Asman.

Menurut Asman, dalam pertemuannya bersama dengan Pratikno, ia mengaku masih menyampaikan keinginannya untuk mundur masih secara lisan saja. Selain itu, Asman menjelaskan, Pratikno akan menyampaikan terkait keinginannya terlebih dulu kepada Presiden Joko Widodo. Sampai saat ini ia belum mengajukan surat pengunduran diri secara resmi.

“Baru penyampaian secara lisan saja, kalau saya diperkenankan. Tidak bagus saya jadi beban (Presiden Joko Widodo)”, tambah Asman.

Selain itu, Mensesneg RI, Pratikno menerangkan bahwa Presiden Joko Widodo akan melakukan pergantian menteri dalam waktu dekat ini.

“Akan ada reshuffle (perganitan) dalam waktu dekat. Yaa, kita tunggu keputusannya”, terang Pratikno saat ditemui di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, pada hari Selasa siang, 14 Agustus 2018.

Terkait dengan siap menteri yang akan diganti oleh Presiden Joko Widodo, Mensesneg RI tersebut menjelaskan bahwa menteri yang akan diganti berasal dari PAN.

Sebagaimana yang diketahui, satu-satunya menteri dalam kabinet yang dibentuk oleh Joko Widodo dan  memiliki latar belakang sebagai anggota PAN adalah Menpan-RB, yakni Asman Abnur saja.

Pratikno menjelaskan bahwa dirinya tidak dapat memastikan waktu yang tepat kapan Presiden Joko Widodo akan mengganti Asman serta melantik pengganti Asman sebagai Menteri PAN-RB yang baru.

Namun demikian, pengumumannya, dijelaskan Pratikno akan dilaksanakan dalam satu hari atau dua hari ke depan.

“Ya, nanti lihat lah. Kalau yang memastikan itu, hanya Pak Presiden,” kata Pratikno.

Mendengar informasi akan adanya reshuffle menteri dalam kabinet dari PAN, Sekretaris PAN, Eddy Soeparno juga memberikan tanggapan.

Eddy Soeparno menjelaskan bahwa pihak PAN, sepenuhnya menghormati dan memahami adanya rencana Presiden Joko Widodo yang akan merombak kabinet Indonesia Kerja yang dibentuknya.

“Putusan apapun, yang ingin hendak dilaksanakan Presiden, tentu kita hormati Termasuk reshuffle (pergantian) kader kita (Asman Abnur) dalam kabinet”, terang Eddy ketika dihubungi awak media pada hari Selasa, 14 Agustus 2018.

Eddy Soeparno juga menerangkan, bahwa perombakan dalam kabinet Indonesia Kerja, sepenuhnya merupakan kedaulatan di tangan Presiden. Menurut Eddy, pihaknya memahami bahwa jabatan menteri merupakan jabatan politis.

“Meskipun beliau (Menpan-RB Asman Abnur) dikatakan kinerjanya baik, Presiden puas, tetapi kita pahami, ini kan jabatan politis,” terang Eddy.

Dengan ini, walaupun satu-satunya anggota PAN yang ada di kabinet Indonesia Kerja Presiden Joko Widodo harus diganti, pihak PAN akan dengan hormat menerima keputusan tersebut. (Gus Anto/Viwi Yusya/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here