Kata PKB, Mahfud Emosi. Benarkah?

0
177
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Pada diskusi yang digelar oleh TV One dalam acara Indonesia Lawyer Club  (ILC) dan disiarkan secara langsung serta disaksikan oleh jutaan pemirsa di seluruh Indonesia itu, Mahfud MD berbicara secara blak-blakan atau terus terang. Ia berbicara tentang gagalnya atau penjegalan dirinya menjadi cawapres Jokowi beberapa hari yang lalu. Mahfud merasa bahwa gagalnya dirinya menjadi cawapres Jokowi karena dijegal oleh beberapa pihak di Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU).

“Anu ya bertemu dengan Muhaimin ya. Wah ndak mau saya. Saya bilang, masa saya ketemu Muhaimin wong dia mau calon, dia enggak setuju saya calon. Ndaklah, ketemu. Dia sudah tahu kalau Dek Mahfud calonnya, saya ndak mau kalau ketemu, bukan ketemu Dek Mahfud tapi dipertemukan, siapa yang pertemukan, saya As’ad yang pertemukan, katanya,” ujar Mahfud menirukan perbincangannya dengan As’ad saat itu.

Atas pernyataan Mahfud tersebut, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) angkat bicara.

Adalah Ketua DPP PKB, Lukman Edy. Ia menuturkan bahwa pihaknya menghormati sikap Mahfud MD. Ia menilai bahwa saat ini Mahfud MD masih emosi.

“Kita hormati apa yang terjadi. Ya, mungkin Pak Mahfud masih emosi walaupun dikatakan legawa kan, tapi masih nendang sana nendang ke mari. Ya jadi, emosi itu masih ada,” ujar Lukman di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Rabu (15/8/2018).

Dalam pandangan Lukman, pernyataan Mahfud yang menyebut berdasarkan keterangan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) bahwa K.H. Ma’ruf Amin otak di balik kegagalannya sebagai cawapres, ia tak setuju. Menurut Lukman, Politik PBNU, adalah high politics sehingga tidak mungkin sampai menyebut nama seseorang.

“Menurut saya semuanya konstruktif, politik NU itu kan politik high politic. Jadi, sampai tunjuk nama itu enggak mungkin, PBNU kan sadar juga positioning-nya bukan parpol,” tambah Lukman.

Itulah sebabnya, Lukman memaklumi bahwa situasi saat ini masih memanas. Hal itu merupakan akibat logis dari penentuan  cawapres Jokowi. Namun demikian, Lukman meyakini bahwa di kemudian hari atau minggu-minggu ke depan situasi politik di seputar pencapresan akan kembali kondusif dan normal kembali.

“Kita tunggulah minggu-minggu ke depan. Saya kira suasana akan berbeda ketika semua sudah berjalan dengan baik pasti nanti akan adem,” lanjutnya.

Sebagaimana diketahui bahwa sebelumnya, Mahfud menyebut Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj, Ma’ruf Amin, dan Cak Imin sangat berperan besar dalam menghambatnya menjadi cawapres Jokowi. Karena hambatan itulah yang kemudian Mahfud gagal menjadi cawapres Jokowi. Sebaliknya, yang menjadi cawapres Jokowi adalah Ma’ruf Amin.

Mahfud mengetahui hal itu dari hasil perbincangannya dengan Cak Imin. Ia dipertemukan dengan Cak Imin oleh salah satu tokoh NU, As’ad Said Ali.

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here