Tarrisa Maharani Dewi, Paskibra Pembawa Baki Bendera Merah Putih di Istana Merdeka

0
326
Foto : Biro Pers Setpres

Jakarta. Namalonews.com – Detik-detik upacara peringatan proklamasi pengibaran Sang Saka Merah Putih di Istana Negara sangat ditunggu masyarakat. Pasukan pengibar bendera (Paskibraka) pun tak luput dari perhatian.

Pada Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke-73 di Istana Merdeka, Jumat (17/8/2018), Paskibraka memperlihatkan kegagahannya mengibarkan dan membentangkan Sang Merah Putih.

Paskibraka terdiri dari siswa SMA yang datang dari seluruh Indonesia. Mereka melalui proses seleksi yang ketat dan diberi pelatihan ala militer. Tahun ini pembawa baki bendera Merah Putih di Istana Negara dipercayakan kepada Tarrisa Maharani Dewi.

Tarrisa adalah anggota paskibraka perwakilan dari Jawa Barat. Perempuan kelahiran 10 Juli 2002 ini merupakan plajar kelas X SMA Terpadu Krida Nusantara, Bandung.

Nama Tarissa diumumkan hanya beberapa jam sebelum upacara dilangsungkan. Itu memang menjadi tradisi paskibraka. Namun, semua personelnya diberikan pelatihan yang sama.

Pencetus Paskibraka

Paskibraka pertama kali dicetuskan oleh Idik Sulaiman tahun 1973. Sebelumnya, kepanjangan dari Paskibraka adalah Pasukan Penggerek Bendera Pusaka.

Kata penggerek digunakan dari tahun 1967 sampai 1972. Setelahnya diganti menjadi kata pengibar. Sedangkan lambang KORPS Paskibraka berbentuk prisai berwarna hitam yang ujungnya dikeliling warna kuning.

Sementara itu, formasi Paskibraka ada tiga. Pertama pasukan 17 yang terdiri dari 17 anggota paskibraka muda, mereka sebagai pengiring.

Kedua pasukan 8 yang terdiri dari delapan orang paskibraka muda, lima putri dan tiga putra lalu dikawal anggota ABRI atau polisi. Mereka di pasukan 8 adalah pasukan inti.

Ketiga pasukan 45 yang terdiri dari anggota ABRI atau polisi, mereka sebagai pengawal. Angka 17-8-45 diambil dari hari proklamasi Indonesia 17 Agustus 1945.

Penulis : Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here