PDIP Tegaskan Koalisi Jokowi dan Ma’ruf Siap Adu Gagasan di Bidang Ekonomi

0
130
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Hasto Kristiyanto yang merupakan Sekretaris Jenderal PDIP menyatakan bahwa Koalisi Indonesia Kerja (KIK) bersama pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin siap adu gagasan di bidang ekonomi dengan koalisi pendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Hasto menilai Jokowi telah memiliki pengalaman yang luas dalam mengelola perekonomian.

“Pak Jokowi punya pengalaman yang sangat luas. Beliau sangat paham urusan pengendalian inflasi. Dia sangat paham bagaimana BBM menjadi satu harga. Bagaimana konfigurasi di dalam sistem energi nasional menjadi lebih berimbang, lebih berdaulat”, jelas Hasto ketika ditemui di Rumah Cemara 19, Menteng, Jakarta, pada hari Minggu, 19 Agustus 2018.

Hasto menilai bahwa Presiden Joko Widodo  telah bersusah payah dalam memperbaiki warisan ekonomi yang pada periode kepemimpinan sebelumnya sempat terpuruk. Jokowi dinilai membawa nuansa yang baru, yakni dengan membangun perekonomian yang adil bagi bangsa Indonesia.

“Kami siap kalau gagasan ekonomi itu mau diangkat. Itu merupakan hal yang sangat baik, karena pengalaman Pak Jokowi sangat luas”, lanjut Hasto.

Selain itu, Hasto juga menerangkan bahwa Ma’ruf Amin juga memiliki pengalaman yang sangat baik di bidang ekonomi, di mana Ma’ruf pernah menjadi pimpinan Komisi VI DPR.

Hasto juga menegaskan, KIK beserta pasangan Jokowi dan Ma’ruf siap menghadapi berbagai isu yang menyerang di bidang ekonomi, di antaranya terkait dengan nilai tukar rupiah, Indosat, hingga persoalan Freeport. Ia beranggapan, serangan isu tersebut harus segera dijawab.

“Namanya kompetisi. Ada ruang untuk diserang, dan ada ruang untuk menyerang juga. Banyak juga hal-hal yang tidak masuk di dalam janji kampanye Jokowi, yang kemudian dijalankan sangat baik”, jelas Hasto.

Sebelumnya, pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno akan lebih fokus pada peningkatan kemandirian bangsa, khususnya di bidang ekonomi. Prabowo menilai bahwa kesejahteraan bangsa Indonesia selama ini telah terhambat pada keadaan tata kelola yang bermasalah.

Di samping itu, Sandiaga juga menerangkan bahwa dirinya bersama Prabowo akan menghadirkan pemerintahan yang kuat. Hal ini bertujuan untuk mendorong kemandirian negara di bidang ekonomi.

Prabowo, dijelaskan oleh Sandiaga, dengan dirinya mampu meningkatkan kemandirian bangsa Indonesia, khususnya di bidang ekonomi. Menurut Sandiaga, hal tersebut harus diawali dengan menghadirkan pemerintahan yang kuat.

“Kami ingin membangun kekuatan ekonomi untuk memastikan harga terjangkau, stabilitas pangan terjaga, dan adanya percepatan pembangunan dengan pemerintahan yang bersih”, terang Sandiaga.

Sebelumnya, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin telah menyebutkan bahwa dirinya berencana membangun suatu arus baru dalam sistem perekonomian di Indonesia. Ma’ruf menyebut sistem perekonomian tersebut sebagai sistem ekonomi keumatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Ma’ruf setelah namanya diumumkan sebagai calon wakil presiden yang akan mendampingi Presiden Joko Widodo pada Pemilihan Presiden tahun 2019 mendatang.

Sistem perekonomian dengan model seperti ini, dijelaskan oleh Ma’ruf, lebih mengedepankan program redistribusi aset dan kemitraan. Dengan ini, harapannya para konglomerat lebih banyak yang bermitra dengan usaha masyarakat.

Salah satunya adalah bisa bermitra dengan koperasi masyarakat, atau bahkan bisa dengan melibatkan pesantren. Para pengusaha besar, menurut Ma’ruf dilarang menguasai seluruh perekonomian mulai dari hulu sampai ke hilir. Masyarakat kecil dan menegah harus dilibatkan dalam sistem perekonomian, mulai dari produksi hingga proses distribusinya. (Gus Anto/Viwi Yusya/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here