Pidato Jokowi Sidang Tahunan MPR: Yakin RI Bisa Hadapi Tantangan Seberat Apapun

0
49
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Presiden Joko Widodo merasa yakin dan percaya diri bahwa RI dapat melalui semua tantangan yang terjadi karena ketidakpastian global. Hal ini seperti yang telah diungkapkan dalam pidato sidang tahunan MPR tahun 2018 yang masih satu rangkaian dengan pembacaan nota keuangan.

“Segala pencapaian dari Lembaga-Lembaga Negara merupakan modal kita bersama dalam melangkah untuk menghadapi tantangan yang ada di masa depan. Sebagai sebuah bangsa yang besar, maka kita bisa menghadapi tantangan yang besar pula,” kata Jokowi di Gedung DPR hari ini.

Selain itu, Jokowi juga mengatakan bahwa seluruh masyarakat yang ada di Indonesia harus bisa menyelesaikan janji kemerdekaan. Khususnya mengatasi masalah ketimpangan antardaerah, kemiskinan, juga kesenjangan antar warga.

Jokowi lebih lanjut mengungkapkan bahwa kita harus bisa menjaga kerukunan, persatuan dan juga persaudaraan diantara anak-anak bangsa. Harus mampu menghadapi tantangan ketidakpastian dari ekonomi global ini dan mewujudkan bangsa kita menjadi sebuah bangsa pemenang.

“Saya merasa yakin bahwa sebagai bangsa yang besar, dengan modal sosial yang kuat, kita bisa menghadapi semua tantangan seberat apapun,”  Tutup dia.

Dalam pidatonya pada sidang tahunan MPR, DPR, dan DPD di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta ini, Presiden Joko Widodo juga mengklaim tingkat pengangguran yang ada di Indonesia semakin turun pada era kepemimpinannya.

“Alhamdulillah, dengan kerja bersama, maka tingkat pengangguran terbuka kini semakin menurun. Dari yang semula 5,70 persen menjadi 5,13 persen,” kata Jokowi.

Jokowi menyatakan bahwa dalam empat tahun ini, pemerintah fokus untuk memperkuat pendidikan dan juga pelatihan vokasi untuk dapat melahirkan sumber daya manusia terampil yang selalu siap memasuki dunia kerja.

Disamping itu, pemerintah juga selalu mendorong pendidikan tinggi guna melakukan terobosan sehingga lulusan dari perguruan tinggi dapat lebih adaptif pada masa revolusi industri 4.0, Termasuk pula dalam literasi digital, juga mampu menumbuhkan lebih banyak lagi wirausahawan muda yang inovatif dan juga kreatif.

“Kita harus bekerja lebih keras lagi seiring dengan tumbuh cepatnya generasi produksi agar dapat menciptakan serta membuka lapangan kerja baru lewat peningkatan daya saing investasi dan juga ekspor,” Kata Jokowi.

Dalam empat tahun terakhir, lanjut Jokowi, pemerintah juga melakukan perombakan besar-besaran terhadap iklim kemudahan berusaha di Indonesia.

Tujuan utama dari perombakan ini adalah untuk membuat perekonomian bisa lebih produktif dan kompetitif, sambil terus meningkatkan kemandirian bangsa. “Sehingga bisa memberikan nilai tambah, terutama pembukaan lapangan kerja baru, dan menyerap pengangguran,” kata dia.

Presiden juga menegaskan bahwa pasifnya pembangunan infrastruktur yang ada di penjuru Indonesia bukanlah semata-mata demi pembangunan fisik saja, akan tetapi juga untuk membangun peradaban bangsa.

“Dalam hal ini, banyak yang masih salah pengertian bahwa ketika kita membangun infrastruktur fisik, misalnya seperti jalan tol, bandara dan juga MRT, LRT, dilihat hanya dari sisi fisiknya saja,” ujar Jokowi dalam pidato di Sidang Tahunan MPR RI 2018 ini.

“Padahal, sesungguhnya kita sedang membangun peradaban, membangun konektivitas budaya baru,” lanjut dia.

Menurut Jokowi, pembangunan fisik harus dilihat sebagai cara untuk mempersatukan bangsa Indonesia. Untuk mempercepat konektivitas budaya yang bisa mempertemukan berbagai budaya yang berbeda yang ada di seluruh nusantara.

“Orang Aceh bisa dengan mudah terhubung dengan orang Papua, orang Rote bisa terhubung dengan saudara-saudara kita yang ada di Miangas, sehingga kita bisa semakin merasakan bahwa kita adalah satu bangsa, satu Tanah Air,” lanjut dia. (Gus Anto/Viwi Yusya/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here