Politisi Golkar Nilai RAPBN 2019 Berpihak pada Rakyat Kecil

0
97
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Mukhamad Misbakhun yang merupakan salah satu dari anggota Komisi XI DPR, memberikan pujian terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2019 yang telah diserahkan oleh Presiden Joko Widodo kepada DPR. Menurut dia, RAPBN yang telah dianggarkan senilai 2.439,7 Triliun tersebut sangat menunjukkan komitmen pemerintahan Presiden Joko Widodo terhadap rakyat kecil.

“Sangat kelihatan, kesinambungan pemerintah dalam berpihak kepada 40 % masyarakat kecil yang memang harus diangkat derajat kehidupannya”, terang Misbakhun melalui keterangan tertulis yang disampaikannya pada hari Sabtu, 18 Agustus 2018.

Misbakhun lebih lanjut menyampaikan, keberpihakan pemerintah kepada rakyat kecil dapat dilihat dari program-program yang pro terhadap rakyat yang tidak dipangkas. Bahkan, untuk anggaran program pro rakyat justru ditambah oleh pemerintah, di antaranya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), beasiswa Bidikmisi dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Program-program itu, menurut Misbakhun menunjukkan adanya keseriusan dari pemerintah dalam meningkatkan harkat dan martabat masyarakat, menaikkan indeks pembangunan manusia, serta menekan angka kemiskinan masyarakat.

RAPBN tahun 2019 yang telah diajukan ini juga menunjukkan adanya perwujudan yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dalam melunasi janji-janjinya semasa kampanye di Pemilihan Presiden tahun 2014 yang lalu. Dengan memberikan program-program yang pro rakyat, maka yang dulunya masih sebatas janji, kini akan diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata.

“2019 akan menjadi tahun di mana masyarakat harus mengingat bahwa pemerintahan Jokowi sangat berpihak, serta peduli kepada mereka”, terang Misbakhun.

Misbakhun turut mengapresiasi pemerintahan Joko Widodo yang meskipun mengedepankan program yang pro terhadap rakyat, juga tetap fokus pada sektor infrastruktur. Pada RAPBN tahun 2019, pemerintahan Presiden Jokowi mengalokasikan dana sebesar Rp 420 triliun bagi sektor infrastruktur.

Dengan adanya anggaran bagi sektor infrastruktur yang sebesar itu, maka akan tersedia celah fiskal yang lebih lebar bagi pemerintah, untuk menggarap infrastruktur di tahun 2019 mendatang.

“Artinya, pemerintah ingin menyelesaikan dengan tuntas, program infrastruktur di 5 tahun pertama kepemimpinan Presiden Jokowi”, jelas politisi Golkar ini.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo telah menyampaikan RAPBN tahun 2019 terkait dengan target asumsi makro ekonomi di hadapan anggota dewan. Dari rancangan anggaran tersebut, jika dibandingkan dengan APBN tahun 2018, dapat dilihat bahwa beberapa indikator ekonomi makro untuk 2019 dinilai lebih realistis.

Dalam RAPBN 2019 teresbut, beberapa pos yang dianggarkan dengan target yang tidak jauh berbeda dengan capaian APBN tahun 2018 yang lalu. Jokowi menjelaskan bahwa capaian pelaksanaan APBN selama semester I 2018 menjadi dasar dalam penyusunan Asumsi Dasar Perhitungan untuk RAPBN tahun 2019.

Yustinus Prastowo yang merupakan Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) memberikan penilaian bahwa proyeksi RAPBN untuk tahun 2019 lebih realistis dari pada tahun 2018.

“Indikator ekonomi makro RAPBN tahun 2019 cukup realistis, moderat, serta mengakui adanya tantangan”, jelas Prastowo pada hari Jumat, 17 Agustus 2018.

Peningkatan beberapa sektor yang dapat dilihat dari RAPBN tahun 2019 ini jika dibandingkan dengan APBN tahun 2018 di antaranya adalah pertumbuhan ekonomi nasional, inflasi, kenaikan harga minyak mentah, nilai tukar rupiah, tingkat bunga SPN 3 bulan, lifting minyak dan gas, defisit APBN, serta pendapatan negara. Dari berbagai sektor tersebut, nampak bahwa RAPBN tahun 2019 mematok target yang realistis atau dalam artian dapat dicapai oleh pemerintah. (Gus Anto/Viwi Yusya/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here