Rhoma Irama Bangga Mendiang Ayahnya Adalah Pejuang Republik Indonesia

0
401
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Rhoma Irama, Raja Dangdut Indonesia memiliki kenangan tersendiri yang begitu istimewa setiap tanggal 17 Agustus tiba. Selain sebagai Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, tanggal 17 Agustus bagi Rhoma Irama merupakan momen untuk mengingat kembali sosok ayahnya yang dulunya merupakan seorang pejuang negara Indonesia.

Raja Dangdut ini juga menyampaikan bahwa dirinya bangga karena mendiang ayahnya turut andil dalam peperangan untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah. Hal tersebut disampaikannya ketika telah selesai tampil di Konser Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73, di Pantai Carnaval, Ancol, Jakarta Utara, pada hari Sabtu, 18 Agustus 2018.

“Beliau (ayah Rhoma Irama) seorang komandan dari detasemen Garuda Putih, ikut berjuang memerdekakan bangsa ini”, terang Rhoma Irama mengenang mendiang sang ayah.

Diketahui, Raden Irama Burdah Anggawirya yang merupakan mendiang ayah Rhoma Irama merupakan salah satu pahlawan bagi bangsa dan negara Indonesia. Sosok yang akrab disapa Kapten Burdah ini turut berjasa dalam memimpin detasemen Garuda Putih untuk menghalau serangan pasukan agresi militer Belanda pada bulan Juli tahun 1947 di wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat.

“Kapten Burdah itu yang menghancurkan tank mini milik Belanda di Tasik. Tank itu namanya Dingo,” terang Rhoma Irama.

Rhoma Irama juga menjelaskan bahwa saat ini, tank mini milik Belanda tersebut telah disimpan di museum TNI di wilayah Jawa Barat. Ia menerangkan, setelah selama berpuluh-puluh tahun tertimbun di bawah tanah, tank mini tersebut berhasil ditemukan dan diperbaiki oleh pihak TNI.

“Waktu itu, seorang perwira dari Siliwangi (Kodam), meminta saya stir itu (tank mini) ke museum AD”, terang Rhoma Irama.

Sebagaimana yang tertulis dalam sebuah buku karya Ramadhan KH, Iskandar Chotop dan Feris Yuarsa terbitan tahun 2011 yang berjudul “Jenderal Tanpa Angkatan”, Rhoma Irama menuturkan salah satu saksi hidup yang masih ada adalah Mayjen TNI (Purn) Eddie Mardjuki Nalapraya.

Pada saat itu, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada periode 1984-1987 ini menjadi salah satu anggota pasukan detasemen Garuda Putih yang berjumlah 80 orang, sehingga ia menjadi salah satu saksi hidup perjuangan ayah Rhoma Irama pada kala itu.

“Mayjen TNI (Purn) Eddie Mardjuki Nalapraya, dulu gendong-gendong saya waktu saya masih kecil. Beliau saksi sejarah di Tasikmalaya itu. Ayah saya ikut membela bangsa ini”, terang Raja Dangdut ini.

Sebelumnya, Rhoma Irama ikut memeriahkan pelaksanaan acara Konser Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73 yang dilaksanakan di Pantai Carnaval, Ancol, Jakarta Utara, pada hari Sabtu, 18 Agustus 2018.

Acara konser kemerdekaan tersebut dilaksanakan oleh salah satu stasiun televisi swasta Indonesia dan dimulai sejak pukul 13:00 WIB. Dalam konser ini, Rhoma Irama membawakan sejumlah lagu bersama dengan Soneta Group.

Seusai memeriahkan konser kemerdekaan tersebut, Rhoma Irama mengikuti perlombaan 17-an yang diadakan oleh panitia. Lomba makan kerupuk jumbo adalah salah satu perlombaan yang diikuti oleh Rhoma Irama. Dengan mengenakan jaket merah dan kacamata hitam, Rhoma nampak berada di tengah-tengah para peserta lomba yang lain.

Melihat Rhoma Irama mengikuti lomba makan kerupuk jumbo, banyak penonton yang mengerubungi Raja Dangdut ini. Tampak suasana begitu meriah dan penuh tawa canda. Dalam lomba itu, Rhoma berhasil menghabiskan separuh dari kerupuk jumbo yang disediakan panitia. Tak berselang lama, kemudian Rhoma berjalan ke belakang panggung sembari menyapa penggemar. (Gus Anto/Viwi Yusya/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here