Upaya Jokowi Dalam Mensejahterakan Rakyat Indonesia

0
212
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Presiden republik indonesia Joko Widodo (Jokowi) dalam masa pemerintahannya lebih di fokuskan pada sektor sumber daya manusia (SDM). Namun, tidak meninggalkan dari segi pembangunan infrastruktur. Hal ini sudah bisa dilihat dari banyaknya perkembangan pembangunan maupun adanya sekolah gratis selama ini, bahkan lebih di tekankan dalam 4 tahun terakhir masa jabatannya tersebut.

Orang nomor satu di indonesia ini menyatakan dengan optimis bahwa indonesia kedepannya bisa lebih unggul dan maju. Walaupun apabila di lihat dari rata-rata jumlah penduduknya yang besar, yakni sekitar 260 ‎juta jiwa. Namun, bisa mencapai tahapan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan cepat dengan melihat kemampuan generasi mudanya saat ini. Maka dari itu, Jokowi lebih fokus dalam mempersiapkan pembangunan sumber daya manusia bagi dari segi lomba PKM maupun yang lainnya.

‎Jokowi di gedung MPR/DPR jakarta pada kamis, 16 agustus 2018 menyatakan bahwa “selama ini yang sudah sering kita bicarakan yakni terkait kekayaan sumber daya alam, namun kita seolah lupa bahwa indonesia memiliki kekuatan besar dalam bentuk sumber daya manusia inilah yang sesungguhnya menjadi modal terbesar dan terkuat yang harus kita miliki,” ujarnya menerangkan.

Alasan tersebut yang membuat presiden Jokowi memiliki keinginan untuk lebih fokus pada membangun pengetahuan sumber daya manusia. Salah atau tujuannya yakni untuk membangun manusia indonesia sebagai investasi masa depan yang gemilang. Berbagai upaya dilakukan salah satunya yakni dengan beberapa hal seperti yang diungkapkan “kita bekerja untuk memastikan bahwa setiap anak indonesia bisa lahir secara sehat, bisa tumbuh dengan gizi yang cukup, bahkan bebas dari stunting atau tumbuh kerdil. Sehingga pada saat  mereka memasuki usia sekolah, maka tidak boleh ada lagi anak-anak kita, termasuk anak-anak yang yatim piatu, atau terpaksa putus sekolah karena alasan biaya pendidikan yang tidak terjangkau,” ungkapannya menerangkan.

Melihat perkataan tersebut membuat masyarakat semakin yakin bahwa indonesia bisa semakin unggul di bawah pemerintahan presiden Jokowi. Salah satu upaya yang sudah dilakukan yakni dengan mengadakan pembagian kartu indonesia pintar yang pada tahun 2017 lalu sudah bisa mencapai lebih dari 20 juta peserta didik. Langkah ini akan semakin diperluas terkait dengan penyaluran program beasiswa bidik misi bagi mahasiswa.

Jokowi beranggapan bahwa selain mengadakan pemerataan akses dan kualitas pendidikan, ‎dari pihak pemerintah juga berupaya untuk memberdayakan dari segi kesehatan. Hal ini diwujudkan dalam pembangunan manusia I‎ndonesia yang sehat melalui gerakan masyarakat ‎hidup sehat. Sasaran utama dalam gerakan ini yakni warga yang kurang mampu supaya bisa mendapatkan perlindungan sosial secara layak. Tahapan pelaksanaannya yakni secara perlahan pertama yakni dengan penerima bantuan iuran ‎JKN dari 86,4 juta jiwa di  tahun 2014 menjadi 92,4 ‎juta jiwa pada bulan mei 2018 lalu.

“‎kita merasa bersyukur dengan apa yang kita kerjakan ini ternyata bisa membuahkan hasil, apabila di lihat dari kualitas kehidupan manusia indonesia dalam empat tahun terakhir ini terus membaik,” ungkapnya menjelaskan.

Hal ini di buktikan dengan indeks pembangunan manusia yang meningkat dari 68,90 ‎di tahun 2014 menjadi 70,81 di tahun 2017. Dari adanya data tersebut, sudah bisa di lihat bahwa negara indonesia sudah masuk dalam kategori high ‎human development.

“Apabila k‎ita tidak berhenti bekerja, maka rakyat indonesia harus bisa sejahtera. Oleh karena itu maka penekanan dalam bidang pendidikan merupakan sebuah tangga yang sangat penting bagi manusia indonesia untuk meraih kesejahteraan yang lebih baik lagi,” tuturnya menerangkan. (Gus Anto/Viwi Yusya/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here