Hanya Demi Pencitraan, Jokowi Diduga Hina Lambang Negara

0
323
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Adalah koordinator Korsa (Komunitas Relawan Sadar Indonesia), Amirullah Hidayat. Ia mengaku terheran-heran dengan aksi yang dilakukan oleh Presiden Jokowi dengan naik motor gede (moge) pada saat pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Utama GBK (Gelora Bung Karno), Sabtu (18/8/2018).

Memang, dalam siaran langsung pembukaan pesta olahraga negara-negara Asia, yang ditayangkan oleh televisi swasta di Indonesia itu, tampak Presiden Jokowi mengendarai moge. Karena jalan menuju Stadion Utama GBK macet oleh penonton, Jokowi terpaksa mengendarai moge sehingga bisa masuk ke dalam stadion.

“Kita terkejut melihat Jokowi melakukan tindakan yang melecehkan marwah Presiden karena melakukan stuntman dalam pembukaan Asian Games,” kata Amir kepada redaksi, Selasa (21/8/2018).

Amirullah mengaku bahwa dirinya sangat terkejut oleh aksi yang menggunakan pemeran pengganti itu. Lebih-lebih pemeran penggantinya adalah orang asing.

“Yang kita sesalkan lagi orang asing itu menggunakan PIN Presiden,” ujar Amir, yang juga kader Muhammadiyah itu.

“Coba bayangkan hanya gara-gara untuk pencitraan, Jokowi melakukan suatu penghinaan terhadap lambang negara. Apalagi itu dilakukan di acara internasional,” tambah Amir.

Namun demikian, lanjut Amir, sebagai mantan relawan Jokowi, ia merasa tidak terkejut lagi melihat tingkah Jokowi tersebut. Sebab, dalam pandangannya, mantan wali kota Solo dan mantan gubernur DKI Jakarta itu akan melakukan segala cara untuk dapat berkuasa dua periode masa jabatan sebagai presiden Indonesia.

“Memang mental Jokowi sudah dari awal seperti itu. Dia akan melakukan segala cara untuk menikmati kekuasaan,” imbuhnya.

Jurnalis asing pun memberikan penilaian serupa dengan penilaian Amirullah.

Jurnalis asing, yang sekaligus sebagai kolumnis kondang, John McBeth, yang dalam artikelnya menyebut Presiden Joko Widodo melakukan pencitraan dengan strategi asap dan cermin.

Seperti diberitakan bahwa McBeth menulis artikel berjudul Widodo’s Smoke and Mirrors Hide Hard Truths di media daring Asia Times edisi 23 Januari 2018. Kolumnis asal New Zealand tersebut menyebut pencitraan yang dilakukan Presiden Jokowi juga difasilitasi oleh sebagian besar media di Indonesia, khususnya televisi.

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here