Panjat Tebing Berhasil Meraih Satu Medali Emas, Satu Perak dan Satu Perunggu di Asian Games 2018

0
654
Foto : Global Planet

Jakarta, namalonews.com – Kontingen Indonesia mendapatkan tambahan satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu dari cabang olahraga panjat dinding nomor speed climbing yang digelar di Kawasan Jakabaring Sport City, Palembang, Kamis (23/8/2018).

Kepastian medali emas didapatkan setelah terjadi all Indonesian final pada kategori putri. Aries Susanti Rahayu dan Puji Lestari berhasil lolos ke final setelah menyisihkan dua wakil China di semifinal.

Aries Susanti yang dijuluki “Spiderwoman Indonesia“ berhasil mengungguli rekannya Puji Lestari dengan catatan waktu 7,16 detik. Sedangkan medali perak direbut Puji Lestari dengan 7,98 detik dan perunggu diraih atlet Tiongkok, Cuilian He dengan catatan waktu 7,27. Dia kalahkan rekannya Yiing Song pada perebutan perunggu.

Aries menyebut kemenangannya sebagai hasil dari ketenangan dan mampu mengontrol diri.

“Yang pasti tenang, kontrol diri. Karena kesulitannya adalah mengontrol diri. Kalau kita nggak bisa ngontrol mungkin saya enggak sampai di sini,” kata Aries usai pertandingan.

Ketika ditanya mengenai uang bonus, Aries mengungkapkan akan mempergunakan hadiah tersebut untuk berbagi dengan sesama.

“Ya untuk uang bonus, saya akan gunakan untuk berbagi dengan sesama, karena saya dari orang yang tidak mampu, jadi keinginan saya ingin berbagi dengan sesama,” ujarnya.

Aries, yang sebelumnya sudah berstatus juara dunia, tak mampu membendung air mata bahagianya usai sukses meraih medali. Sambil sesegukan menangis, Aries meladeni para jurnalis.

“Yang pasti saya berterima kasih sudah menyempatkan diri datang jauh-jauh. Saya mungkin tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata. Rasa syukur Alhamdulillah orangtua saya mengantarkan saya dari kecil sampai sekarang. Terima kasih. I Love You Ayah,” kata Aries

“Untuk pelatih masa kecil saya terima kasih telah mengenalkan saya panjat tebing. Buat saya semuanya penting, Ayah, pelatih awal, pelatih yang sekarang, official, manajer, dan juga tim panjat tebing. Semua perannya sangat penting,” tutur Aries.

“Menurut saya bertanding disini tegangnya seperti kejuaraan dunia karena di sini, Tanah Air kita. Pastinya kami berusaha untuk mempertahankan agar bisa mengibarkan bendera Merah Putih,” ucap Aries.

Menurut Aries saat final yang penting adalah Indonesia meraih medali emas. “Pertandingan sesungguhnya adalah pada babak empat besar,” ujar Aries.

Raihan positif pun tidak hanya pada tim putri, karena pada tim putra, Aspar mampu meraih medali perunggu di nomor speed perorangan putra.

Peluang Indonesia di nomor putra Asian Games 2018 ini, sebenarnya sangat besar. Pasalnya, selain Aspar atlet andalan Indonesia lainnya Sabri juga berhasil melaju ke putaran terakhir setelah sukses menyingkirkan satu per satu lawannya di ronde-ronde sebelumnya. Namun, keduanya gagal di ronde-ronde akhir.

Aspar sebenarnya mampu mencatat waktu terbaik dibanding lawan-lawannya. Di babak perempat final Aspar meraih catatan waktu 5.79 detik, lebih cepat dari pemanjat asal Korsel Lee Seungbeom. Sedangkan, Sabri mencatat 6.08 detik mengungguli Amir Maimuratov.

Namun, di semifinal Aspar dan Sabri kalah cepat dari lawannya. Di babak ini Aspar menorehkan catatan waktu 5.64 detik kalah satu detik dari Zhong Qixin (Tiongkok). Setelah itu, Sabri pun kalah cepat dengan Reza Ali Pour.

Hal itu membuat Aspar dan Sabri harus terlibat dalam duel Merah Putih dalam perebutan medali perunggu. Pada prosesnya, Aspar berhak atas medali tersebut karena Sabri melakukan false start.

Medali emas nomor ini direbut oleh Reza Alipour dari Iran. Di final, ia mengalahkan atlet China Zhong Qixin yang dinyatakan false start. Namun, Reza bersikeras tetap tampil memanjat sendirian agar waktunya dicatat.

Dengan hasil ini, maka raihan medali Indonesia menjadi 8 medali emas, 6 medali perak, dan 10 medali perunggu.

Penulis : Muhammad Izzul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here