Sri Mulyani Dituduh Tak Punya Nyali Berdebat Melawan Rizal Ramli, Beraninya Cuma Melawan Zulhas

0
76
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Pada mulanya kedua tokoh ini bersatu. Mereka adalah Rizal Ramli dan Sri Mulyani Indrawati. Sebelumnya mereka berdua adalah sama-sama sebagai anggota Kabinet Kerja pimpinan Presiden Jokowi.

Di kabinet Kerja, Rizal Rami pernah menduduki jabatan sebagai Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman. Sementara itu, Sri Mulyani hingga kini masih menduduki jabatan sebagai menteri keuangan.

Setelah Rizal Rami di reshuffle, ia tidak menjabat sebagai menteri lagi. Sebaliknya, Sri Mulyani masih menjabata pada jabatan yang telah lama dipegang.

Dalam pandangan Rizal Rami, Sri Mulyani dianggap sering memberikan masalah perekonomian Indonesia secara tidak akurat. Itulah sebabnya, Rizal Ramli sering mengajak Sri Mulyani untuk beradu argumentasi tentang perekonomian Indonesia.

Namun, Sri Mulyani tidak menanggapi ajakan Rizal Ramli itu. Sri Mulyani, menurut Rizal Ramli, hanya berani berdebat masalah perekonomian Indonesia melawan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas).

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli kembali berkomentar soal Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Ketua MPR Zulkifli Hasan yang saling melontarkan pernyataan tajam ihwal utang pemerintah.

“Saya bingung kok (Sri Mulyani) beraninya cuma sama Zulkifli Hasan, berani sama Rizal Ramli, dong,” ujar Rizal seusai menghadiri acara Hari Ulang Tahun PAN di Kantor Dewan Pimpinan Pusat PAN, Jakarta, Kamis malam, 23 Agustus 2018.

Komentar Rizal merujuk kepada sikap Sri Mulyani yang beberapa kali tak mengacuhkan ajakan debat yang dilontarkan Rizal. Lantaran kerap diabaikan, Rizal kini enggan mengajak Sri Mulyani berdiskusi ekonomi.

“Dia kan enggak tertarik. Jokowi (Presiden Joko Widodo) sudah perintahkan, tapi dia tidak punya nyali sama kami. Mana berani sama saya,” ujar Rizal Ramli.

Sri Mulyani, dalam penilaian Rizal Ramli, seringkali menjelaskan masalah dengan data yang selektif. Padahal, kenyataannya kondisi perekonomian Indonesia, menurut Rizal sudah lampu ‘setengah merah’.

“Maksudnya hampir semua indikator makro ekonomi itu negatif,” jelas Rizal.

Kemudian Rizal memberi contoh, yakni tampak dari neraca perdagangan, neraca berjalan, hingga neraca keuangan yang mengalami defisit. Rizal Ramli juga meyakini bahwa pada akhir tahun 2018 keseimbangan primer juga akan negatif.

“Pemerintah terlalu banyak ngibul,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui bahwa persoalan utang pemerintah masih menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Itulah sebabnya, Zulkifli Hasan dan Sri Mulyani terus berbalas tudingan. Berawal dari pidatonya pada Kamis, 16 Agustus 2018, Ketua MPR Zulkifli Hasan menyinggung utang pemerintah Rp 409 triliun, yang jatuh tempo tahun depan, tak wajar. Angka itu disebut tujuh kali lebih besar dari dana desa dan enam kali lebih besar dari anggaran kesehatan.

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here