Idrus Marham Tersangka KPK Tak Ada Hubungannya Dengan Jokowi

0
252
Foto:ist

Jakarta, namalonews.com – Diketahui bahwa politikus Golkar Idrus Marham mundur dari jabatannya sebagai Menteri Sosial terkait dengan statusnya sebagai tersangka KPK. PKB mengatakan bahwa pihaknya tak khawatir peristiwa itu memberikan imbas negatif terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Tidak (takut). Karena hal yang berbeda dan tidak berhubungan dengan Pak Jokowi,” ujar Wasekjen PKB Daniel Johan dalam perbincangan, Sabtu (25/8/2018).

Daniel justru melemparkan pujian kepada Idrus yang memiliki jiwa kesatria lantaran memilih mundur dari kursi mensos. Ia menyebut kejadian ini sudah selayaknya menjadi PR bagi seluruh parpol agar kejadian serupa tak lagi terulang.

Pun bagi DPR dan pemerintah agar menciptakan sistem yang lebih baik dalam rangka pencegahan korupsi.

“Penting ini menjadi tugas dan tantangan besar seluruh partai agar hal-hal ini tidak selalu terulang,” sebut Daniel.

“Melalui DPR bersama pemerintah dan berbagai pihak termasuk KPK, memikirkan sistem yang baik yang mampu mengeleminir,” imbuh dia.

KPK resmi mengumumkan Idrus sebagai tersangka pada Jumat (24/8) terkait kasus dugaan suap PLTU Riau-1. Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Idrus telah menyatakan pengunduran dirinya dari kursi Mensos.

Idrus menjadi menteri pertama di Kabinet Kerja yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi yang ditangani KPK. Dia mundur dengan alasan ingin berfokus menghadapi proses hukum di KPK.

Idrus Marham menyatakan mundur dari jabatan Menteri Sosial sebelum KPK resmi menetapkan sebagai tersangka. Ahli Hukum Pidana Hery Firmansyah menilai langkah itu sebagai sebuah kesalahan.

“Kalau kita lihat sejarah dari konteks hukumnya itu bukan satu kali dipanggil kemudian diproses hukum. Sehingga ketika Bang Idrus Marham kemudian menyampaikan bahwa beliau sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK itu kan sebenarnya offside,” kata Hery di restoran Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/8/2018).

Menurut dia, pernyataan diri Idrus itu seolah ‘melangkahi’ KPK dalam proses hukum. Hery menduga Idrus sudah belajar dari kasus korupsi yang menjerat eks Ketum Golkar, Setya Novanto.

“Belum ditetapkan tapi sudah menyampaikan dan bersiap-siap. Dari tiga kali dipanggil dan diperiksa itu mungkin beliau sudah punya sinyal dan belajar dari kasus Novanto mungkin,” ujar Hery.

Meski demikian, ia mengapresiasi langkah Idrus tersebut. Hery menyebut Idrus punya niat baik.

“Nawaitunya Bang Idrus Marham dalam proses hukum ini saya apresiasi betul. Beliau dengan tegas, bahkan pagi-pagi sudah menghadap presiden untuk menyatakan mundur,” sebutnya.

KPK resmi mengumumkan Idrus sebagai tersangka pada Jumat (24/8) terkait kasus dugaan suap PLTU Riau-1. Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Idrus telah menyatakan pengunduran dirinya dari kursi Mensos.

Idrus Marham telah diduga tahu dan mempunyai andil tentang pemberian suap Eni Maulani Saragih dari Johannes Budisutrisno Kotjo November-Desember 2017.

Pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited yang berada dalam konsorsium penggarap proyek tersebut adalah Kotjo. Disamping itu, Idrus dijanjikan menerima jatah yang sama dengan Eni, yaitu USD 1,5 juta.

Diduga pula bahwa Idrus berperan mendorong proses penandatanganan purchase power agreement (PPA) jual-beli proyek pembangunan PLTU mulut tambang Riau-1.

Ketua DPP Golkar Ace Hasan menyampaikan bahwa Golkar tidak terguncang. Alasannya, kasus yang menjerat Idrus tak berkaitan dengan jabatan sebagai Mensos. Ace kemudian kembali melemparkan pujian kepada Idrus yang dengan sukarela memilih mundur.

“Kasus hukum yang dihadapi Pak Idrus sama sekali tidak terkait dengan tugas pokok Pak Idrus sebagai Menteri Sosial,” kata dia.

Karena itu, Ace mengatakan tak khawatir kasus korupsi itu meruntuhkan elektabilitas Partai Golkar dan Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres yang diusung. Menurut dia, Idrus telah menunjukkan jiwa kesatria dengan mengundurkan diri sebagai Mensos, bahkan sebelum KPK mengumumkan penetapannya sebagai tersangka. (Gus Anto/Viwi Yusya/Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here